Ini Alasan Warga Pertahankan Perlintasan KA Liar di Rawa Buaya

Ini Alasan Warga Pertahankan Perlintasan KA Liar di Rawa Buaya

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2015 12:30 WIB
Ini Alasan Warga Pertahankan Perlintasan KA Liar di Rawa Buaya
Jakarta - Perlintasan kereta api di Rawa Buaya sangat membahayakan karena tidak memiliki palang dan pos penjagaan. Walau begitu, menurut Camat Cengkareng Ali Maulana, warga sekitar lokasi menolak penutupan perlintasan liar itu.

Menurut Ali, warga menolak dikarenakan jauhnya jarak untuk putar arah menuju pintu masuk fly over yang menuju Kalideres. "Warga lebih menginginkan PT KAI membuatkan palang pintu dan pos penjagaan," jelasnya kepada wartawan, Rabu (18/3/2015).

Ali menerangkan, selama ini warga sudah cukup berinisiatif. Secara swadaya menjaga dan mengawal pengendara yang melintas saat jam sibuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai kini KAI belum bisa memberikan solusi itu. Perlintasan di depan stasiun itu satu-satunya akses lintas kampung. Kalau memang ditutup, pengguna jalan dari Duri Kosambi mengarah ke Daan Mogot itu terpaksa berputar jauh di perempatan Kembangan. Mereka jelas keberatan," tutup Ali.

Dilain pihak, Humas PT KAI DAOP I Bambang S Prayitno mengutarakan penutupan perlintasan bisa dilakukan langsung oleh Kementrian dan pemerintahan kota. "Harusnya seperti penutupan rel di Ancol, wali kota dan camatnya aktif dan masyarakat diundang agar lebih mengerti dan masyarakat lebih peduli," jelas Bambang.

(spt/vid)


Berita Terkait