Rusun tersebut menjadi satu-satunya bangunan yang memiliki alat transportasi vertikal. Namun, belakangan lift berhenti operasikan oleh pengelola rusun dengan alasan biaya listrik membengkak lantaran banyak dimainkan oleh para penghuninya, terutama anak-anak.
"Nanti sistemnya akan kita ubah. Nanti seminggu yang ganjil (lantai nomor ganjil), seminggu lagi genap. Jadi tidak naik turun naik turun melayani sekian banyak orang, akan kita gilir," ujar Kadis Perumahan dan Gedung Pemda, Ika Lestari Adji, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ika menyebut kebijakan itu diberlakukan mulai hari ini. Dia berharap penghuni rusun tetap menjaga kebugarannya dengan naik-turun anak tangga. Sekadar informasi, Rusunawa Tambora terdiri dari 16 lantai.
"Kita berlakukan sekarang, mulai hari ini. Supaya lebih tertib, biar ada latihan sedikit. Jadi supaya lebih sehatlah warga Tambora," kata Ika.
Bagaimana dengan ibu hamil, disabilitas dan manula, apakah harus naik tangga juga? "Nanti akan ada pertimbangannya," jawab Ika.
(aan/nrl)











































