"Banyak yang belum tahu apa pentingnya kesehatan organ wanita. Maka itu kita akan lakukan program nasional. Saya harap ada kerjasama antara Menteri Kesehatan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta PKK," tutur Iriana dalam sambutan pembukaan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).
Menurut Iriana PKK memiliki data yang sangat detil sehingga dapat membantu proses sosialisasi. Selain itu mengambil data dari PKK lebih mudah dan efisien.
"Saya punya pengalaman pimpin PKK selama 8 tahun dan itu malah pernah dinas setempat mengambil data dari PKK, bukan dari dinasnya sendiri," ujar istri Presiden Jokowi tersebut.
Dia kemudian meminta agar pencegahan kanker dengan tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dilakukan secara gratis di Puskesmas. Iriana kemudian memanggil istri Wagub Jawa Timur Fatma Saefullah Yusuf memberikan pemaparan.
"Jadi kami sudah lakukan di Surabaya itu ada rumah singgah gratis untuk para penderita kanker. Dari rumah itu nanti disediakan mobil ambulans khusus untuk mengantar ke RS dr Sutomo. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya," kata Fatma yang disambut tepuk tangan.
Setelah Fatma, Iriana langsung memanggil istri Gubernur DKI Jakarta Veronica Tan. Dia meminta Veronica menceritakan pengalaman saat di Pulau Seribu.
"Waktu itu saya masih sama Ibu (Iriana), pernah melakukan tes IVA ke Pulau Seribu dan ke rusun-rusun. Kita membuat link PKK ke rumah sakit. Saya juga masih sering berkoordinasi dengan Ibu Nila (Moeloek / Menteri Kesehatan) untuk link-nya ke rumah sakit. Tetapi karena pasien di pinggiran menumpuk di sini (DKI Jakarta) maka kita siapkan juga rumah singgah dan semuanya gratis," papar istri Basuki 'Ahok' T Purnama tersebut.
Hadir pula dalam acara ini Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri PPPA Yohana Yambise duduk satu meja dengan Iriana. Sementara para istri menteri yang tergabung dalam OASE yang hadir tampak memakai seragam kuning berbaur dengan para istri Gubernur se-Indonesia.
(bpn/ndr)











































