Kelompok Militan Irak Ancam Bunuh Jurnalis Italia

Kelompok Militan Irak Ancam Bunuh Jurnalis Italia

- detikNews
Minggu, 06 Feb 2005 14:08 WIB
Jakarta - Kelompok militan di Irak mengaku bertanggung jawab atas penculikan seorang jurnalis asal Italia Giuliana Sgrena. Mereka mengancam akan membunuh Sgrena, Senin (7/2/2005) besok, jika Italia tidak menarik pasukannya dari Irak.Kelompok yang menyebut dirinya Organisasi Jihad itu mengatakan telah menculik Sgrena, Jumat (4/2/2005) lalu. Mereka menuntut pasukan Italia meninggalkan Irak dalam waktu 48 jam. "Kami Organisasi Jihad...menyatakan akan menerapkan hukum Allah kepada tahanan Giuliana Sgrena dalam 48 jam, jika pemerintah Italia yang dipimpin Berlusconi tidak menarik pasukannya dari Irak," demikian pernyataan kelompok itu dalam sebuah situs. September lalu, Organisasi Jihad juga mengancam akan membunuh 2 orang pekerja Italia jika Italia tidak menarik pasukannya dari Irak. Namun, akhirnya kedua perempuan yang bernama Simona Torretta dan Simona Pari itu dibebaskan. Terima TeleponSementara, Barbara Schiavulli mengaku dirinya menerima 2 kali panggilan dari nomor telepon seluler (ponsel) milik Sgrena. Schiavulli adalah salah seorang jurnalis teman Sgrena yang bekerja di Baghdad. Saat telepon diangkat, lanjut Schiavulli, tidak ada suara si penelepon. Dari seberang hanya terdengar irama padang pasir sebagai suara latar. Panggilan pertama dari ponsel Sgrena diterima Schiavulli, Jumat (4/2/2005) bertepatan dengan hari ketika temannya diculik di dekat Universitas Baghdad. Menurut Sciavulli, Sgrena dan surat kabarnya 'Il Manifesto' menyampaikan pandangan antiperang. Karena itu, ia menduga penculikan bermotif untuk meminta tebusan. "Penculikan Sgrena dilakukan kelompok kriminal untuk meminta tebusan," ujarnya seperti dilansir the independent. (rif/)


Berita Terkait