Enam Ruas Tol Dalam Kota (Dalkot) dibuat sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, misalnya di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menargetkan pembangunan 2 ruas tol ini bisa selesai tahun 2018.
"Tahun ini (pembangunan Tol dalkot) mulai kerja. Saya minta mereka paling lambat tahun 2018 mesti selesai," kata Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Ahok mengatakan minimal di tahun 2019 sebagian ruas tol sudah siap dioperasikan."Satu dua ruas sudah selesai lah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam ruas jalan Tol Dalam Kota akan dilengkapi dengan transportasi umum seperti bus Transjakarta. Bus tersebut disediakan dengan konsep ulang-alik. Bus akan terus berputar di atas tol dan tidak turun.
Meski dilengkapi dengan angkutan umum, namun tidak ada jalur khusus. Sehingga lalu lintasnya bercampur dengan kendaraan lainnya. Tetapi tetap dilengkapi dengan halte sebagai tempat naik turun penumpang.
Halte hanya dibangun di lokasi yang bersinggungan dengan transportasi lainnya seperti stasiun kereta api atau halte bus Transjakarta. Halte yang dibangun nantinya agak menjorok keluar, sehingga saat bus berhenti tidak menganggu kendaraan lainnya.
Pembangunan tol ini dimulai tahun ini dengan 3 tahap pembangunan, yaitu:
1. Tahap I (29,67 km) terdiri atas ruas Semanan- Sunter yang direncanakan beroperasi tahun 2018 dan Sunter-Pulo Gebang yang direncanakan beroperasi 2019.
2. Tahap II (22,25 km) terdiri atas Duri Pulo-Kampung Melayu dan ruas Kemayoran-Kampung Melayu dengan rencana tahun 2021.
3. Tahap III (17,86 km) terdiri atas ruas Ulujami-Tanah Abang dan ruas Pasar Minggu- Casablanca dengan rencana operasi tahun 2022.
Anda punya analisis soal penyebab dan solusi kemacetan di Tol JORR? Silakan berbagi pandangan ke redaksi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda dan foto kemacetan.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/fdn)











































