"Awalnya kita akan membuat 18 RS di setiap kecamatan, tapi hanya 15 RS yang layak. Namun Pak Gubernur sudah memerintahkan untuk membuat 29 RS lagi untuk RS kecamatan, jadi masing-masing kecamatan ada RS-nya," ujar Kadis Kesehatan DKI Koesmedi Priharto di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2015).
RS tipe D ini nantinya punya pelayanan medik, kefarmasian, keperawatan dan kebidanan, juga penunjang klinik dan non-klinik. Koesmedi menyebut peningkatan pelayanan memang wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koesmedi menambahkan, tenaga ahli untuk RS ini akan disuplai dari 6 RS Daerah di antaranya RS Pasar Rebo, RS Budi Asih, RS Pasar Minggu, RS Tarakan, RS Koja dan RS Cengkareng.
"Dokternya akan diperbantukan dari sana. Selain itu kita juga akan berbicara dengan profesi supaya mereka mengisi masing-masing RS atau juga dibantu dari perhimpunan, yakni perhimpunan dokter penyakit anak, penyakit dalam," ujarnya.
Koesmedi menyebut pembangunan Puskesmas jadi RS tipe D sudah dianggarkan pada tahun 2006. Saat ini Dinkes mengutamakan renovasi dan pembelian alat medis.
"Setiap Puskesmas antara Rp 20-30 miliar. Anggaran 29 Puskesmas ada di anggaran 2016. Itu untuk merenovasi, yang tadinya untuk aula, sekarang jadi kamar, belikan meja operasi, lampu, peralatan operasi dan sebagainya," sebut dia.
(fdn/vid)











































