Romi dan Djan Faridz Berebut Kursi Ketum, Islah PPP Temui Jalan Buntu

Romi dan Djan Faridz Berebut Kursi Ketum, Islah PPP Temui Jalan Buntu

- detikNews
Selasa, 17 Mar 2015 18:54 WIB
Romi dan Djan Faridz Berebut Kursi Ketum, Islah PPP Temui Jalan Buntu
Jakarta - Islah PPP menemui kebuntuan. Romahurmuziy (Romi) dan Djan Faridz sama-sama tak mau mengalah melepas jabatan ketum. Pengadilan kini jadi jalan yang dipilih kedua kubu.

Sekretaris Tim Islah PPP yang dibentuk Djan Faridz, Yunus Razak, mengatakan ketumnya membuka lebar-lebar pintu islah dengan Romi. Djan bersedia islah dengan Romi dan meleburkan kepengurusan kedua kubu. Namun ada satu syarat, Djan tak mau kursi ketumnya di utak atik.

"Djan Faridz mempersilakan melebur kepengurusan, tapi bukan untuk kursi ketum," kata Yunus saat berbincang, Selasa (17/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu Yunus menuturkan soal pertemuannya dengan Romi pada 3 Maret lalu. Pertemuan itu digelar di kediaman Romi di Condet, Jakarta Timur. Dalam pertemuan itu, Romi juga menyatakan kesediannya islah dengan kubu Djan Faridz. Sama seperti Djan Faridz, Romi juga punya satu syarat.

"Romi tidak ingin posisi ketum dan sekjen berubah," tutur Yunus.

"Jadi dua-duanya ingin posisi ketum," imbuh Wakil Ketua Umum PP GP Ansor ini sambil terkekeh.

Tak urung syarat dari kedua ketum itu membuat pembicaraan islah sulit berlanjut. Akhirnya, kata Yunus, kedua kubu memilih menyelesaikan perseteruan di pengadilan.

Meski demikian, Yunus menambahkan, kubu Djan mengingatkan Romi untuk mematuhi keputusan Mahkamah Partai. Yunus menuturkan Mahkamah Partai telah mengamanatkan Majelis Syariah untuk menentukan pelaksanaan Muktamar. Dan Majelis Syariah, kata Yunus, telah menentukan bahwa Muktamar Jakarta adalah yang sah. "Sudah seharusnya Romi menerima hasil Muktamar Jakarta," ujarnya.

(trq/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads