Pasca Tsunami, 12 WNA Tetap Bertahan di Sabang

Pasca Tsunami, 12 WNA Tetap Bertahan di Sabang

- detikNews
Minggu, 06 Feb 2005 09:24 WIB
Sabang - Sekitar 12 warga negara asing yang menetap di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, memastikan akan tetap tinggal di pulau paling barat Indonesia ini. Meski sebelumnya, gelombang tsunami menghancurkan tempat tinggal mereka.Tom (44) misalnya, WNA asal Belanda mengaku tetap akan mendiami kota Sabang. Padahal, akibat tsunami, usaha penyewaan alat-alat penyelaman miliknya di Pantai Gappang, sekitar 18 km dari kota Sabang, hancur."Saya berencana masih disini meski tsunami membuat saya kehilangan banyak alat-alat. Tapi kita harus bangkit lagi dan saya tidak akan pindah."Demikian ujar pemilik usaha Lumba-Lumba Diving ini kepada detikcom di Sabang, NAD, Minggu (6/2/2005). Kondisi Pantai Gappang sendiri memang cukup memprihatinkan. Beberapa penginapan maupun restoran rusak dihantam gelombang pasang setinggi 7 meter. Pantai Iboih yang juga salah objek wisata di Sabang juga mengalami kondisi serupa. Selain merusak merusak tempat penyewaan alat-alat penyelaman, tsunami juga merusak kapal-kapal yang biasa digunakan untuk mengantar turis.WNA asal Prancis, Lulu (30), juga mengaku tidak akan meninggalkan Sabang. "Saya juga tidak mungkin pindah dari Iboih karena saya sudah menikah dan punya seorang anak.""Saya berniat untuk membangun restoran yang sudah hancur," tukasnya lirih.Lulu berharap pemerintah tidak menutup areal wisata di Sabang hanya karena adanya tsunami. "Tsunami tidak akan ada lagi. Butuh waktu lama kalau ada susulan lagi," tandasnya. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads