Perusahaan-perusahaan itu antara lain PT Ratax Armada, PT Cemani Toka, PT Grahasari Surya Jaya dan PT RS Haji Jakarta. Perusahaan tersebut merupakan 4 dari 5 BUMD yang dinilai tidak memberikan kontribusi positif kepada Jakarta berdasarkan hasil evaluasi RAPBD 2015 dari Kemendagri.
"Ratax dan Cemani Toka cuma ngotor-ngotorin buku akuntansi saya. Kalau RS Haji silakan saja diberikan ke Fakultas Kedokteran UI. Tidak apa-apa," ujar Heru kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mending sahamnya dijual saja lah. Nyusahin saya. Cuma bikin rapot saya merah. Bolak balik ditanyain," lanjutnya.
"Pada intinya sudah tidak sehat. Ngapain punya saham di sana. Jadi mending kita lepas saja, dijual. Mending punya sahamnya di perusahaan-perusahaan besar seperti ke PT Temasek atau PT Telkomsel," tutup Heru.
(aws/vid)











































