Pakar: Klaim Pusat Sriwijaya di Johor Mengada-ada

Pakar: Klaim Pusat Sriwijaya di Johor Mengada-ada

- detikNews
Sabtu, 05 Feb 2005 23:43 WIB
Palembang - Klaim peneliti Malaysia soal penemuan bekas bangunan ibukota Kerajaan Sriwijaya di Johor, Malaysia, dibantah budayawan Djohan Hanafiah. Pasalnya, dasar penelitian tersebut dinilai sangat lemah."Kalau mereka melakukan penelitian berdasarkan naskah-nakah Melayu, itu artinya bukti-bukti sesudah kelahiran Sriwijaya. Padahal Sriwijaya merupakan dasar dari kelahiran bangsa Melayu." Demikian kata Djohan Hanafiah kepada detikcom di rumahnya, Jalan Rajawali, Palembang, Sabtu (5/2/2005) malam."Hasil penelitian itu harus dibuktikan sebab penentuan pusat Kerajaan Sriwijaya di Palembang bukan berdasarkan penelitian dari ahli di Indonesia, juga beberapapeneliti internasional," urai Djohan. Ia menjelaskan, penelitian sebelumnya sudah jelas membantah klaim tersebut. Djohan menyontohkan arkeolog dari Prancis Yves Manguin dan dari Amerika Serikat, John Nicksie, menyebut Palembang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya.Hal ini diungkapkan Djohan itu menanggapi pemberitaan The Star, Malaysia, yang menyebutkan telah menemukan bekas Ibu Kota Kerajaan Sriwijaya. Disebutkan dalam berita itu, satu kota yang ditaksir berusia 1000 tahun, ditemukan di hutan negara bagian Johor wilayah selaran Malaysia. Kota itu mungkin menjadi lokasi ibukota pertama kerajaan Sriwijaya di Malaysia, yang berjaya pada abad ke-7. Saat ini, seperti dilansir dari The Star, tengah diselidiki Departemen Museum dan Antik Malaysia. Peneliti independen dari Malaysia yakni Raimy Che-Ross yang pertama kali mengungkapkan penemuannya itu setelah 12 tahun mempelajari naskah-naskah Melayu di seluruh dunia.Menurut Djohan, pada tahun 1980-an awal, beberapa negara juga mengklaim menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya seperti Thailand, Filipina dan Singapura. Tetapi, bukti-bukti yang disodorkan mereka tidak terbukti saat dibawa dalam perdebatan independen para peneliti internasional.Bahkan, jelas Djohan, di Indonesia pun beberapa daerah seperti Riau dan Jambi pernah mengklaim sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, "Semua klaim itu tidak dapat dibuktikan. Tetapi usaha ilmiah itu sangat baik, sebab kita harus banyak tahu soal sepak terjang kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara itu," tegasnya. (ton/)


Berita Terkait