"Keputusan Mahkamah Partai Golkar telah memberikan jalan terbaik, sehingga tidak terjadi kebuntuan politik di tubuh Golkar," kata Poempida kepada wartawan, Selasa (17/3/2015).
Poempida mengapresiasi langkah cepat Agung Laksono mengakomodir 89 loyalis Ical ke dalam kepengurusan baru Golkar. Keterbukaan Agung menimbulkan optimisme bagi Poempida bahwa Golkar akan kembali menjadi partai terbuka.
Langkah selanjutnya, Poempida meminta Agung Laksono segera melakukan konsolidasi nasional untuk memperkuat keutuhan Golkar. "DPP PG harus segera mengambil langkah konsolidasi agar soliditas partai tetap terjaga. Baik di pusat sampai ke daerah. Hiduplah Golongan Karya, semoga Tuhan selalu melindunginya," ujarnya.
Poempida adalah salah satu kader Golkar yang dipecat Ical dengan alasan dukungan ke Jokowi-JK di Pilpres 2014. Poempida sempat mendaftarkan gugatan ke pengadilan atas pemecatan itu, namun belakangan dicabut setelah Ical menjenguk Fahmi Idris yang sakit di Singapura. Setelah mengumumkan penarikan gugatan, nyaris tak terdengar kabar aktivitas Poempida di Golkar.
(trq/van)











































