"Intinya Pemprov sudah siap," kata Sekretaris Daerah Pemprov DKI Saefullah sambil keluar meninggalkan Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2015).
Meski begitu, Saefullah tak menuding balik bahwa justru DPRD-lah yang belum siap menggelar rapat. "Tadi kan bisa kelihatan ya (siapa yang belum siap)," kata Saefullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI ini menyatakan sebab penundaan rapat karena Banggar meminta print out RAPBD versi eksekutif. Saefullah tak mau menilai apakah alasan print out itu masuk akal atau tidak.
"Dia minta yang di print out, yang (soft file dalam) flash disk kan sudah. Minta print out ya nanti kita layani, kita berikan print out. 6.600 halaman kurang lebih lima jam kita print-nya," kata Saefullah.
Meski kini rapat ditunda, namun Saefullah ingin agar waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan maksimal, sebelum jatuh tempo pada Jumat 20 Maret 2015 nanti.
"Kita sudah siap. Kita kemarin Sabtu-Minggu sudah lembur. Semua sudah lembur SKPD. Tinggal persetujuan aja dari DPRD," katanya.
(dnu/fjr)











































