Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar VIII Surabaya Romahurmuziy merespons baik tahap awal islah itu.
"Saya prinsipnya menyambut baik. Seperti saya sampaikan kemarin bahwa ini merupakan suatu hal yang diniatkan untuk mendistribusikan kepengurusan Muktamar Surabaya, dan kalau mereka bergabung, kita terbuka," kata politikus yang akrab disapa Romi itu di Hotel Le Dian, Serang, Banten, Selasa (17/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Djan Faridz boleh dalam posisi apapun. Tapi, jangan ketua umum dan sekretaris jenderal yang sesuai formatur di Surabaya. Kami berikan ruang struktur kepengurusan Djan Faridz ini untuk bergabung bersama kita," sebut mantan Sekjen PPP itu.
Romi mempersilakan Djan duduk di kursi waketum. Menurutnya, mesti ada yang legawa agar kesatuan partai tidak terus terpecah.
"Boleh, silakan. Secara prinsip kita ingin partai ini satu. Kami ingin partai ini utuh kembali," ujarnya.
Sebelumnya, perwakilan dua kubu yang berseteru sudah bertemu di Muktamar Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) di Batam, Jumat (13/3). Ketua PP Parmusi Usamah Hisyam menyebut Ketum PPP hasil Muktamar Jakarta sudah bertemu dan membicarakan peluang islah dengan Emron Pangkapi, Waketum PPP Muktamar Surabaya.
"Islah tersebut hanya dapat terlaksana bila diawali dengan pertemuan antara dua belah pihak. Dan Parmusi siap menjadi fasilitator," sebut Hisyam dalam keterangan tertulis, Senin kemarin.
(hat/trq)











































