Jelang Imlek, Penjualan Amplop Angpao dan Barongsai Menurun

Jelang Imlek, Penjualan Amplop Angpao dan Barongsai Menurun

- detikNews
Sabtu, 05 Feb 2005 19:45 WIB
Jakarta - Perayaan Imlek tahun ini diperkirakan akan berlangsung tidak meriah seperti sebelumnya. Hingga H-4, omzet penjualan aksesoris, pakaian dan makanan khas Imlek merosot hingga lebih dari 50 persen bila dibandingkan tahun 2004. "Mungkin pengaruh tidak langsung dari bencana Tsunami di Aceh. Tahun ini umatTionghoa ingin memperingati Imlek dengan lebih sederhana sebagai ungkapan ikutberbelasungkawa." Demikian kata seorang pedagang asesoris Imlek, San Fu, yang ditemui detikcom di tokonya di Pusat Perbelanjaan Glodok City, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2005). Gudang di ruko San Fu ini pun masih terlihat penuh dengan barang-barang seperti amplop Angpao, topeng Barongsai dan pohon Imlek berikut aneka gantungan hiasannya. Tumpukan kardus yang berisi kue bulan dan jeruk mandarin yang merupakan hidangan wajib juga terlihat di sudut bangunan rukonya . Akibat seretnya penjualan, San Fu mengaku omzetnya per hari hanya bisa menembus angka Rp 2 juta. Padahal, pada tahun lalu, penjualan tokonya bisa meraup uang minimal 5 juta setiap harinya.Nasib serupa juga dialami oleh Betty, pedagang pakaian khas Tionghoa. "Turun juga sih, tapi ndak banyak. Hampir sama seperti tahun lalu," ujar pemilik Shanghai Fashion ini.Namun, kata Betty, menurunnya pendapatan ini lebih disebabkan ketatnya persaingan usaha saja. Bila dibandingkan dengan kondisi 2004, tahun ini ada sedikitnya ada 50 toko aksesoris imlek baru beroperasi baik yang di Glodok City maupun pusat-pusat perbelanjaan lainnya yang bertebaran di seantero Jakarta. "Ya karena yang jual barangnya tambah banyak. Harganya juga sama. Pembeli pun lebih tersebar, gak lagi ngumpul di sini," tukas Betty. (ton/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini