Untuk Kenang-kenangan, VCD Tsunami Laris Manis di Pekanbaru
Sabtu, 05 Feb 2005 17:32 WIB
Pekanbaru -
Sebagai kenang-kenangan, masyarakat di Pekanbaru ramai-ramai mencari VCD yang menayangkan datangnya musibah gempa dan gelombang tsunami di Aceh-Sumut.Saat ini para pedagang kali lima VCD bajakan di Pekanbaru meraup keuntungan lebih besar dalam dua hari terakhir ini. Ini bukan karena menjual VCD yang menampilkan agen syur seperti kasus VCD porno di Surabaya, melainkan tayangan para korban tsunami.Musibah nasional yang masih menjadi perhatian publik ini ternyata mendapat sambutan hangat dari mereka yang ingin mengabadikan peristiswa tsunami itu. Tak heran, masyarakat di Pekanbaru ramai-ramai memborong VCD tsunami.Harga VCD tsunami itu memang lebih mahal dibandingkan dengan harga lainnya. Untuk mendapatkan VCD tsunami itu harus mengeluarkan kocek Rp 15 ribu. Padahal harga VCD bajakan rata-rata hanya Rp 2.500 per keping. Sedangkan VCD tayangan tsunami di Aceh itu satu set alias dua keping VCD.Menurut Arizal, salah seorang pedagang di jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, selama dua hari ini penjualan VCD tsunami bisa menghabis 20 sampai 30 unit. Menurutnya VCD tsunami itu didapatkan dari sejumlah pemasok VCD bajakan asal Batam dan Jakarta.VDC tsunami dengan dua keping itu masing-masing berdurasi 60 menit. Tayangan yang disajikan sebenarnya sama dengan yang ada di sejumlah televisi. Hanya saja semua musibah tsunami dari berbagai negara dirangkum menjadi satu tayangan. Yang membedakan lagi, sebelum menampilkan musibah yang mengerikan itu, terlebih dahulu ada pembacaan ayat suci Alquran.Usai pembacaan ayat suci itu, ditampilkan kegiatan sejumlah anak-anak muda di Jakarta saat menunggu malam tahun baru. Tayangan itu juga menjelaskan bagaimana sejumlah pekerja seks komersial (PSK) seakan tidak sadar kalau bencana tsunami sebagai peringatan dari Tuhan. Barulah kemudian tayangan tsunami dengan latar suara lagu-lagu nuansa Islam.Banda Harudin, mahasiswa STIE Purna Graha Pekanbaru mengaku memborong 4 VCD tsunami. Selain untuk dijadikan kenangan tersendiri, juga akan dibagikan kepada saudaranya.Kendati dia mengakui tayangan itu sama dengan pemberitaan di televisi, tapi paling tidak VCD itu bisa menjadi dokumen tersendiri untuk bisa dilihat kapan saja."Memang isinya tidak jauh beda dengan tayangan di sejumlah televisi nasional. Tapi kan sekarang televisi sudah jarang menayangkan peristiwa itu kembali. Makanya lebih baik kita membelinya untuk kenang-kenangan," katanya.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































