Longsor, Butuh Sepekan Perbaiki Jalan Lintas Barat Riau-Sumbar
Sabtu, 05 Feb 2005 16:23 WIB
Pekanbaru -
Jalan lintas barat yang menghubungkan Riau-Sumatera Barat (Sumbar) terputus dikarenakan longsor. Diperkirakan untuk mengembalikan ke kondisi normal, membutuhkan waktu selama sepekan.Hal itu disampaikan Kepala Subdis Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Adizar saat ditemui detikcom di ruang kerjanya jalan Sudirman Pekanbaru, Sabtu (5/2/2005).Dia menjelaskan, daerah rawan longsor di lintas barata itu terjadi di antara Desa Pauh Putus Kecamatan XIII Koto Kamar, Kabupaten Kampar, Riau hingga ke Pangkalan, Sumbar sepanjang 30 km. "Sepanjang lokasi itulah yang merupakan titik rawan longsor," katanya.Untuk wilayah Riau, dia menyebutkan, kondisi jalan longsor berupa reruntuhan dari tebing badan jalan. Setidaknya di daerah perbatasan itu terdapat tiga titik tebing yang longsor menutupi badan jalan."Kondisi ini sudah bisa kita atasi dengan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum. Pengerjaannya sedikit lebih mudah karena kita hanya membersihkan reruntuhan tebing dari badan jalan," tutur Adizar.Kendati titik longsor di wilayah Riau sudah bisa diatasi, namun arus lalu lintas belum juga bisa dilalui. Hal ini sehubungan dengan kondisi longsor di wilayah Sumbar berbeda dengan yang aada di Riau."Di provinsi tetangga itu bukan tebingnya yang runtuh, tapi malah badan jalannya longsor ke jurang. Kondisi seperti itu minimal membutuhkan waktu sepekan untuk memperbaikinya. Karena itu kini arus lalu lintas kendaraan umum kita alihkan ke lintas selatan melalui Taluk Kuantan, Kiliranjau Sumbar," urai Adizar.Dengan terputusnya jalan lintas barat tersebut, menurut dia, sekitar 6.000 unit kendaraan umum dari berbagai jenis terpaksa dialihkan ke lintas selatan yang jarak tempuhnya lebih lama 3 jam dari jarak tempuh lintas barat dari Pekanbaru ke Padang.Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau untuk mengantisipasi padatnya arus lalu lintas. Apalagi di Kabupaten Kuansing, tepatnya jalan lintas selatan kawasan hutan lindung Bukit Batabuh juga daerah rawan longsor.Dia menjelaskan, kawasan rawan longsor di lintas barat Riau-Sumbar itu, selain disebabkan tingginya curah hujan, juga ada faktor galian batu yang dilakukan masyarakat setempat. Di mana sejumlah penduduk justru menggali batu alam di sepanjang jalan lintas barat tersebut."Jadi kita memprediksi, longsornya kawasan lintas barat itu tidak hanya karena curah hujan, tapi juga adanya galian batu di tebing-tebing jalan tersebut. Sepanjang tidak ada pengamanan dari instansi terkait soal galian batu, maka kawasan itu tetap saja rawan longsor," tukas Adizar.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































