Terjebak macet hingga hitungan jam di Tol JORR membuat waktu banyak terbuang percuma. Beberapa pengendara menyiasatinya dengan melakukan kegiatan sampingan untuk menghindari kaki kram dan kantuk.
Adimin setiap pagi menempuh rute Fatmawati-Pondok Indah-Serpong untuk bisa sampai di kantornya. Saat mengantre di pintu Tol JORR dia harus mengantre panjang.
"Macet, punya kartu e-Toll juga sama saja nggak menolong," kata Adimin dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Senin (16/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sambil menunggu macet saya sarapan di mobil dengan kecepatan 5-10 km/jam, ya sebagai pelepas jenuh atau penambah konsentrasi dan pencegah kaki kram,"katanya.
Selain sarapan, Adimin juga sering menonton televisi atau DVD untuk mengusir jenuh saat pulang kantor. Menurutnya macet saat jam pulang kerja lebih parah dari pada berangkat kerja.
"Di mobil wajib pasang TV/DVD player. Saya setel film saja sampai habis, belum kelar macetnya, parah," ucap Adimin.
"Jadi pintar-pintar saja ngusir kantuk dan kram, harus rileks dan ikuti kemauan otak. Niscaya tetap aman. Sambil lihat-lihat posisi jalur atau mobil yang aman di belakang truk," tambahnya.
Berbeda dengan Adimin, Ferdinand biasa melepas lelah dengan turun ke jalan tol saat terjebak kemacetan. Ferdinand yang biasa menempuh rute Jatiasih-TB Simatupang via Tol JORR ini mengatakan para pengendara yang jenuh menunggu kemacetan akhirnya memarkirkan kendaraan di jalan yang macet.
"Kejadian yang akan terlihat setiap pagi di ruas JORR dari Jatiasih hingga TB Simatupang, para pengemudi mematikan mesin di tengah jalan tol dan turun merokok sambil menunggu antrean kendaraan bergerak pelan-pelan," ucap Ferdinand.
Menurutnya, pemandangan ini terlihat mulai pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB. "Kondisi ini baru terjadi tahun 2012 akhir ke sini, pas 2013 kondisi sudah semakin parah," katanya.
Sama dengan Ferdinand, Henny karyawati yang berkantor di Buncit Raya ini juga sering terjebak macet di Tol JORR. Henny bersama dengan temannya bisa menumpang bus Agra dari Tol Jatiasih ke Lenteng Agung.
"Biasanya cuma perlu waktu 45 menit untuk sampai kantor, tapi sekarang bisa 1-1,5 jam baru sampai Lenteng Agung. Belum lagi kalau bus kena macet di Bekasi," katanya.
Akhirnya untuk menyiasati masalah ini Henny memilih untuk menumpang taksi dan patungan berasama teman-temannya.
"Senin pagi, kalau pukul 06.20 bus Agra belum muncul di tol Jatiasih, maka kami akan patungan naik taksi untuk menghindari macet yang lebih parah jika kesiangan," ujarnya.
"Bagi kami karyawati yang dari Jatiasih, Senin pagi atau Jumat sore adalah jadwal naik taksi patungan karena dipastikan JORR akan macet parah," tambahnya.
Anda punya pengalaman terjebak macet di Tol JORR? Silakan berbagi pengalaman ke redaksi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/mad)











































