BMG:Waspadai Gelombang Pasang Laut Jawa Selatan
Sabtu, 05 Feb 2005 15:50 WIB
Semarang - Karena terpengaruh badai musim panas di Teluk Cafentaria dan Pantai Barat Australia, gelombang laut Jawa Bagian Selatan bakal meninggi. Meski tak sebesar tsunami, wisatawan tetap waspada."Dalam beberapa hari terakhir, gelombang akan naik. Kira-kira setinggi 3 meteran. Karena itu wisatawan harus menjaga jarak dengan pantai," kata Kepala BMG Stasiun Klimatologi Klas I Semarang Widada Sulistya ketika ditemui di kantornya, Jl Siliwangi Semarang, Sabtu (5/2/2005).Menurut Widada, gelombang pasang itu akan terus terjadi hingga musim panas di Australia berakhir yakni, sekitar akhir Februari. Badai musim panas itu akan berulang dalam 10 hari sebelum berpindah tempat."Biasanya badai itu akan terus bergeser. Tapi hanya di seputaran pantai Australia. Itu terjadi sepanjang tahun," kata Widada sambil menunjuk layar komputer yang menampilkan peta iklim dan badai di kawasan Asia Pasifik.Ketika ditanya soal peringatan bagi nelayan, Widada menyatakan kaum nelayan sudah punya jadwal melaut tersendiri. Mereka sudah tahu kemungkinan munculnya gelombang pasang. Karena itu, mereka tidak akan melaut dalam waktu dekat.Widada menjelaskan, nelayan di Jawa Bagian Selatan menyebut masa-masa gelombang pasang sebagai masa paceklik. "Bukan karena tidak ada ikan, tapi karena mereka tidak bisa melaut. Pengetahuan itu sudah mereka dapat secara turun temurun," tandasnya.Karena itu, lanjut Widada, gelombang pasang ditakutkan akan berdampak negatif terhadap pendatang. Terutama kaum wisatawan. Mereka belum banyak mengerti soal jadwal naik turunnya gelombang."Karena itu wisatawan pantai di Yogja atau Jawa Bagian Selatan harus waspada. Mereka harus cepat-cepat naik ke darat kalau ada gelombang yang tidak seperti biasanya," himbau Widada Sulistya
(jon/)











































