Badai Mengancam, Nelayan Yogya Tidak Melaut

Badai Mengancam, Nelayan Yogya Tidak Melaut

- detikNews
Sabtu, 05 Feb 2005 13:33 WIB
Yogyakarta - Ancaman akan adanya badai besar dari samudera Hindia menuju daerah pesisir selatan Pulau Jawa mengakibatkan ratusan nelayan tidak berani melaut. Nelayan di Kabupaten Gunung Kidul dan KulonProgo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memilih mengungsi dan mengangkut kapalnya menjauh dari pinggir pantai. Berdasarkan pantauan detikcom hari Sabtu (5/2/2005) nelayan di Pantai Congot Kabupaten Purworejo, Pantai Trisik dan Pantai Glagah Kabupaten Kulon Progo sudah tidak melaut beberapa hari lalu. Namun adapula beberapa orang nelayan yang tetap mencari ikan di laut namun tidak seharian penuh. Mereka hanya mencari ikan di dekat pantai saja, tidak di tengah lautan.Demikian pula para nelayan di Kabupaten Gunung Kidul, setelah mendapat informasi akan adanya badai besar dari Camat dan Lurah, mereka meninggalkan kawasan pantai. Selain nelayan tidak melaut, beberapa orang pedagang memilih tidak berjualan di kios-kiosnya.Puluhan kapal nelayan ukuran kecil yang ada di pinggir pantai Baron, Sundak, Sadeng, Ngrenehan sudah dibawake daratan. Beberapa kapal ada diangkut menuju desa terdekat dengan menggunakan truk dan mobil pick up.Suasana di beberapa kawasan pantai selatan hari ini pun seperti biasa. Di Pantai Glagah beberapa warung makan/minuman tetap buka seperti biasa. Beberapa orang wisatawan tetap ada yang berdatangan dan bermain dipinggir pantai. Mereka juga mengaku tidak tahu dan mendapat informasi bila akan terjadi badai.Menurut Prapto Wiyono nelayan Glagah kepada detikcom mengatakan dirinya memilih libur tidak melaut dulu menjelang 1 Syuro yang jatuh pada, tanggal 10 Februari mendatang. Setelah ada peringatan dari desa agar menjauhi pantai dan sekitar muara sungai karena akan ada badai.Wiyono mengatakan beberapa kelompok nelayan Mina Binangun sejak kemarin sudah tidak ada yang melaut. Beberapa kapal yang terbuat dari fiberglas ada yang sudah dinaikkan ke daratan. Kapal-kapal itu disembunyikan di dekat semak-semak pohon pandan pantai sekitar 200-an meter dari pantai."Sementara libur dulu hingga aman, tapi kita tetap memantau di sepanjang pinggir pantai," kata Wiyono yang juga anggota tim SAR itu. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads