Tolak Kenaikan BBM
Mahasiswa Yogya Segel SPBU dan Kantor Pertamina
Sabtu, 05 Feb 2005 12:28 WIB
Yogyakarta - Menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak yang dilakukan pemerintahan Susilo BambangYudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK), puluhan massa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menyegel stasiun pompa bensin dan kantor Pertamina.Aksi yang digelar hari ini Sabtu (5/2/2005) dimulai pukul 09.30 WIB dari Bunderan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dalam aksi itu massadari berbagai perguruan tinggi Yogyakarta itu mengusung berbagai poster, spanduk dan bendera merah lambang LMND. Sebuah spanduk hitam terbentang di depan barisan bertuliskan BBM Naik = SBY-JK Diturunkan dan Rakyat Bersatu Bentuk Pemerintahan Alternatif. Beberapaposter yang dibawa diantaranya "gulingkan SBY-JKhapus utang luar negeri, adili koruptor, BBM naik pengangguran meningkat."Dalam orasinya ketua LMND DIY Lalu Hilman Afriandi mengatakan kenaikan BBM adalah salah satu bukti nyata bahwa pemerintahan SBY-JK dan DPR telah gagal membawa harapan perubahan bagi rakyat. Pemerintahan SBY bukan solusi untuk menyelesaikan krisis.Janji memberantas KKN dan koruptor dalam 100 hari pemerintahan ternyata hanya retorika belaka. Seharusnya kata Hilman, SBY menggunakan pembuktian terbalik dalam menangkap koruptor. Para koruptor itu disuruh membuktikan sendiri bahwa mereka tidak melakukan korupsi."Dengan kata lain nilai rapor SBY itu merah semua. Pemerintahan SBY tidak populis karena tidak berpihak kepada rakyat dan tidak pro demokrasi," kata Hilman.Setelah berorasi selam 30 menit di Bunderan UGM, massa kemudian melakukan longmarch menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Terban di Jl C. Simanjuntak. Di sepanjang jalan yang dilalui massa terus melakukan orasi sambil membagikan selebaran kepada semua orang.Sebelum menyegel SPBU Terban, massa berorasi dipintu masuk sehingga beberapa orang yang hendak mengisi bensin dan solar terpaksa mengurungkan niatnya. Ketikamassa LMND tiba, 10 orang petugas di SPBU langsung pergi menyingkir di dekat kantor. Mesin pompa bensin hanya dijaga aparat Poltabes Yogyakarta yang berpakaian resmi dan preman.Massa kemudian menyegel mesin meteran pompa bensin. Sambil menyegel beberapa orang berorasi di depan mesin pompa bensin. Sebuah kain putih yangb dipakai untuk ikat kepala bertuliskan "tolak BBM naik," diikatkan dipipa dan tabung gas pemadam. Kertas bertuliskan "Disegel : SPBU ini akan melayani dengan harga lama." Dari SPBU Terban, massa kemudian melanjutkan longmarch menuju Kantor Pemasaran Pertamina Unit Jateng-DIY di Jl Mangkubumi. Ditempat massa juga menyegel kantor itu dengan tulisan "Kantor ini disegel oleh Rakyat." Namun mereka tidak dapat memasuki kantor Pertaminan karena telah dijaga satpam dan polisi. Massa pun kemudian menempelkan tulisan itu di pintu masuk.
(jon/)











































