Dwipayani Dimakamkan Diiringi Isak Tangis

Dwipayani Dimakamkan Diiringi Isak Tangis

- detikNews
Sabtu, 05 Feb 2005 12:10 WIB
Badung - Pemakaman I Gusti Agung Ayu Dwipayani diiringi isak tangis sanak keluarga. Upacara itu dihadiri ratusan warga Banjarsangiang Desa Kekeran Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, Bali.Jasad Yani diletakkan ke peti jenazah berwarna coklat. Dia tampak mengenakan pakaian bayi lengkap seperti baju, selimut, dan topi bayi warna merah muda, lengkap dengan bantal bayi warna merah putih.Di dalam peti itu, Yani juga dibekali baju putih, serta anting dan kalung emas. Suasana duka mulai terasa pada saat persembahyangan terakhir untuk mengucap selamat tinggal.Keluarga melepas kepergian Yani untuk terakhir kali, kemudian peti ditutup. Air mata dan isak tangis pun mengalir deras. Suasana tambah syahdu karena diiringi alunan gamelan khas Bali.Upacara pemakaman yang dipimpin Jro Mangku Mender itu berlangsung pukul 12.00 WIB, Sabtu (5/2/2005) di Setra (Pemakaman) Anak-anak Banjarsangiang dan berlangsung selama 30 menit.Sebelumnya pada pukul 08.00 WIB dilakukan upacara manusayadnya layaknya upacara syukuran bagi yang anak yang baru lahir hingga menginjak usia 6 bulan. Sebab selama hidupnya, meski berusia 9 bulan 2 hari, Yani belum pernah diupacarakan manusayadnya lantaran berada di rumah sakit.Keluarga terdekat Yani yang hadir dalam upacara pemakaman hanyalah ayahnya Aipda I Gusti Ngurah Ekalaya Kunta dan kakeknya I Gusti Ketut Raitika.Sedangkan ibunya I Gusti Ayu Sriani masih berada di RSUD dr Soetomo menjaga Dwipayanti. Yanti-Yani lahir kembar siam dempet perut pada 1 Mei 2004. Mereka menjalani operasi pemisahan pada 29 Januari 2005. Namun selang 5 hari kemudian, Yani menghembuskan nafas terakhir karena kelainan jantung. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads