Polda Jateng Ambil Sampel Darah Ayah ABK yang Hilang di Samudera Atlantik

Polda Jateng Ambil Sampel Darah Ayah ABK yang Hilang di Samudera Atlantik

- detikNews
Sabtu, 14 Mar 2015 20:14 WIB
Polda Jateng Ambil Sampel Darah Ayah ABK yang Hilang di Samudera Atlantik
Banyumas - Petugas dari Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah mengambil sampel darah dan air liur, Tarsono (52) ayah dari Wahyudi warga Rt 1 Rw 2 Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, Banyumas Jawa Tengah yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) Hsiang Fu Chuen yang hilang di sekitar Samudera Atlantik dan membawa 21 ABK asal Indonesia. Selain Tim DVI, datang juga dua patugas dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Karena dia masih lajang, jadi kita ambil sampel dari orang tuanya. Kita ambil juga data antemortem yang merupakan data berupa kebiasaan, ciri-ciri fisik atau bagian tubuh semua dari ujung rambut sampai ujung kaki, untuk membantu sebagai data-data pencarian dari korban," kata Dokter Biddokkes Polda Jateng, AKP Aditya Kusuma Putra, Sabtu (14/3/2015).

Sementara menurut Staff Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu Tamirin Madisman mengatakan kedatangannya untuk menyampaikan kabar secara langsung pada keluarga dan dalam rangka pengambilan DNA dari ayahnya sambil menunggu proses pencarian kapal yang hilang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita terus melakukan komunikasi dengan Taiwan dan dengan Argentina serta Uruguai. Ketiga negara ini masih melakukan proses pencarian," jelasnya.

Menurut dia, ada 14 ABK dari 21 ABK yang sudah terdata, diantaranya terdapat di Brebes 5 orang, Banyumas 1 orang, Tegal 3 orang, Pemalang 3 orang, Cirebon 1 Orang dan Majelangka 1 orang.

"Sebelum kapal hilang kontak, nahkoda dan pemilik kapal sempat melakukan komunikasi yang menginformasikan jika kapal mengalami kebocoran. Setelah itu pemilik kapal langsung menghubungi Kementrian Kelautan Perikanan Taiwan untuk menyampaikan kejadian ini," jelasnya.

Pada hari itu juga Kementrian Kelautan dan Perikanan Taiwan langsung menghubungi otoritas terkait di Inggris dan Argentina untuk mengirimkan bantuan. Karena alasan cuaca buruk pada hari itu kedua negara itu belum mengirimkan pencarian ke perairan Falkland tersebut. "Mudah-mudahan masih ada mukjizat, kita tetap berdoa," ujarnya.

(rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads