"Mereka lupa, Kemenkum HAM melaksanakan UU dikatakan intervensi, bahkan disebut begal demokrasi. Sementara ada partai lain yang ikut campur urusan internal kita," kata Ketua DPP Golkar Agun Gunandjar kepada detikcom, Sabtu (14/3/2015).
Agun menyoroti intervensi Koalisi Merah Putih (KMP) di konflik internal Golkar. Menurut dia tak layak partai lain ikut campur rumah tangga Golkar.
Lagipula, masih menurut Agun, tak selayaknya kubu Ical menyerang Menkum HAM yang hanya menjalankan tugas dan memperkuat putusan Mahkamah Partai yang telah memenangkan Agung Laksono. "Munas Jakarta dilaporkan memalsukan dokumen, sementara bukti rekaman yang jelas-jelas ada ancaman, tekanan, dan intimidasi di Munas Bali, semuanya sudah dibuktikan di Mahkamah Partai," ulas Agun.
Meski demikian, Agun tetap mengajak dan berharap kubu Ical mau merapat bergabung ke kepengurusannya. Dibanding ikut menyerang Golkar bersama partai lain, kubu Ical diajak membangun Golkar untuk kemenangan di Pemilu 2019.
"Kami tetap merasa mereka saudara," ujar mantan Ketua Komisi II DPR ini.
(trq/ndr)











































