Dalam kericuhan ini, kelompok massa yang emosi mengejar dan mengeroyok pengendara sepeda motor yang diduga dari pihak lain. Akibatnya, sejumlah orang dipukuli hingga menjadi bulan-bulanan warga. Kejadian ini membuat polisi melepaskan tembakan peringatan berkali-kali untuk meredam kericuhan ini. Saat ini, ratusan polisi dikerahkan untuk coba melerai dua kubu.
Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Doni Pramono(46), kericuhan ini akibat aksi balas dendam karena ada kelompok orang yang melempari rumah warga dengan batu dan botol saat melakukan konvoi. Saat aksi balasan, kelompok yang jadi sasaran lari ketakutan menyelamatkan diri. Sejumlah sepeda motor ditinggalkan para pemiliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada swepping ke mobil-mobil yang melintas. Kaca mobil harus dibuka,"kata Doni di lokasi, Jumat(13/3/2015), malam.
Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain mengatakan, kericuhan ini lebih disebabkan karena kesalahpahaman. Dia menegaskan rumah warga yang dirusak bukanlah suporter klub sepakbola. Dari pengrusakan itu, ada tiga orang yang menjadi korban.
"Ada sekitar 3 orang yang jadi korban. Kita pastikan bukan suporter bola," kata Faried.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di Jalan Magelang sempat ditutup karena menyebabkan kemacetan parah.
(hat/hat)











































