"Kita jelaskan sejelas-sejelasnya. Saya kira ini kepengurusan Mahkamah Partai sampai 2016. Ini kan transisi dalam putusan Mahkamah Partai, ini secara tidak langsung islah kalau mau, sampai Oktober 2016 buat munas yang sebenar-benarnya," kata Yasonna di kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2015).
"Menurut saya masuklah, gabunglah. Nanti bertempur Oktober 2016 menentukan siapa ketua yang sesungguhnya," tambahnya.
Dirinya menilai, konflik internal Golkar yang berlarut-larut akan berimbas pada pelaksanaan Pilkada ke depannya. Yasonna menganggap apapun keputusannya soal Golkar pasti akan menimbulkan keributan, tetapi dirinya memastikan mengambil keputusan secara benar.
"Coba bayangkan dulu, mana yang diputuskan pasti ribut, itu konsekuensi logis. Kalau saya anggap benar saya lakukan," kata politikus PDIP ini.
(rsm/trq)











































