Kondisi Dwipayanti Menurun

Kondisi Dwipayanti Menurun

- detikNews
Jumat, 04 Feb 2005 22:00 WIB
Surabaya - Memasuki hari ke enam pasca operasi pemisahan kondisi kesehatan bayi kembar siam Dwipayanti menurun dan harus menjalani operasi pembersihan flep kulit. Untuk itu perawatan khusus kulit ini harus dengan cara narcose atau pembiusan."Perkembangan kondisi kesehatan Dwipayanti hari ini agak menurun," kata ketua forum pers Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Soetomo Surabaya, dr Urip Murtedjo, di GBPT RSUD Dr.Soetomo, Jumat (04/02/2005)Menurut Urip, salah satu indikasi yang digunakan untuk melakukan perawatan khusus adalah dengan membersihkan flep kulit Dwipayanti yang kurang baik di banding hari-hari sebelumnya."Meski ratio oksigennya cukup baik antara 98 persen sampai 99 persen dengan recipiter yang sudah diturunkan menjadi 35 persen, namun keadaan flep kulitnya masih kurang bagus," ungkap UripUntuk itu tim dokter yang menangani operasi pemisahan memutuskan untuk melakukan perawatan khusus untuk kulit dan pembersihan pada flep kulit. Operasi dilakukan oleh tim dokter bedah plasti dilakukan sore tadi sekitar jam 16.00 dan selesai sekitar jam 17.00.Selesai dilakukan operasi tim dokter langsung mengadakan observasi dan hasilnya perut dan dada hasil dari operasi sore tadi dianggap baik. "Artinya seluruh isi perut jan jantung tertutup dengan bagus," tutur UripSementara itu waktu masa kritis yang seharusnya berakhir pada Sabtu (05/02/2005) besok, terpaksa harus diperpanjang lagi sampai tujuh hari kedepan. Hal ini karena masih banyaknya alat bantu seperti alat pernafasan yang masih terus dipasang pada tubuh Dwipayanti.Seperti di ketahui pasangan kembar siam dempet dada dan perut asal Bali Dwipayani-Dwipayanti berhasil dipisahkan oleh tim dokter RSUD Dr.Soetomo pada Sabtu lalu (29/02/2005). Namun salah satu bayi, Dwipayani, akhirnya meninggal Kamis (03/02/2005) kemarin karena mengalami multiple organ failure (kegagalan banyak organ). (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads