"Intinya adalah bahwa kunjungan ini untuk membangun silaturahmi di antara partai politik. Khususnya partai politik yang mendukung pemerintahan. Kami juga berbicara tentang bagaimana ke depan, tentang isu-isu strategis, terutama isu-isu mengenai kebangsaan," tutur Agung Laksono setelah keluar dari kediaman dinas Zulkifli Hasan, Jl Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2015) sekitar pukul 16.00 WIB.
Agung mengatakan Golkar dan PAN mencoba menjalin kerja sama untuk mencipatakan iklim politik yang stabil. Sehingga, potensi partai politik di Indonesia bisa dikelola untuk mendukung pemerintah mengatasi kemiskinan, memperkuat nilai tukar rupiah, dan juga menurunkan harga beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal kerja sama dengan PAN, Agung mengatakan terbuka kemungkinan kedua partai menjalin koalisi di pilkada serentak 2015. "Nanti follow up kerja sama itu ada di pilkada tentunya. Tahun ini ada 214 kurang lebih, apakah itu kabupaten atau kota," papar eks Waketum Golkar ini.
Dalam pertemuan tersebut, Agung Laksono ditemani oleh Wakil Ketua Umum Agus Gumiwang, Priyo Budi Santoso, Yorrys Raweyai, Ketua DPP Lawrence Siburian, Leo Nababan, Melchias Mekeng, dan Dave Laksono tiba sekitar pukul 14.15 WIB. Sedangkan Zulkifli ditemani oleh Bara Hasibuan dan Mulfachri Harahap.
Selain itu, ada juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Oesman Sapta yang duduk mendampingi Zulkifli Hasan. Apa peran Oesman Sapta dalam pertemuan itu?
"Pak Oesman Sapta teman kami, sudah lama saling mengenal," ujar Agung.
(trq/van)











































