"Saya menduga anak saya kabur karena dibully sama temannya gara-gara gemuk," kaya ibu Nadhira, Yuni, kepada wartawan di Kafe Komunitas, Jl Fatmawati, Jaksel, Kamis (12/3/2015).
Yuni menceritakan, Riani panggilan akrab remaja tersebut, hilang di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (5/3) lalu. Saat itu Yuni sedang mengikuti rapat orang tua terkait UN di sekolah anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah rapat selesai, Yuni mencari Nadhira namun tak ketemu. Dia lalu bertanya ke Caca, namun Caca mengatakan tidak ikut pergi jajan. Akhirnya Yuni bertanya ke satpam.
"Kata satpam Nadhira nebeng sama driver sekolah pakai motor. Drivernya kami telepon katanya lagi beli di warung padang tak jauh dari sekolah. Tapi sampai warung padang, Nadhira malah kabur ke jalan raya," jelas Yuni.
Yuni dan suami terus mencari Nadhira dengan mengecek sinyal telepon. Nadhira terdeteksi berada di Kampung Rambutan, namun saat dicek di sana dia tidak ada. Lalu terlacak lagi di Cibubur, saat dicek hasilnya nihil.
Keluarga juga menginfokan hilangnya Nadhira ke media sosial. Banyak yang memberikan info soal keberadaan Nadhira.
"Ada yang bilang anak saya di Tigaraksa, Merak. Hari Senin pagi kami susuri dari Tangerang sampai Rangkasbitung, kata tukang ojek di sana sempat lihat Nadhira menuju ke arah Merak. Dicari di Merak ada warga yang lihat Nadhira duduk sendiri," ujar Yuni.
Namun semua usaha pencarian keluarga nihil. Seminggu sudah Nadhira hilang tanpa kabar. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Cipayung, namun belum ada perkembangan yang jelas.
"Banyak pemberitaan anak kami sudah ketemu, tapi sampai sekarang tidak ketemu. Mudah-mudahan Allah bantu," doa Yuni.
Yuni mengatakan Nadhira memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, rambut ikal dan bertumbuh gemuk. Saat hilang dia menggunakan kaos hitam dan celana pendek.
"Saya berharap anak saya segera ketemu," harap Yuni sambil terisak.
(slm/nwk)











































