Pembobol Bank DKI Pakai Password Kepala Capem Tebet
Jumat, 04 Feb 2005 18:50 WIB
Jakarta - Pembobolan Bank DKI senilai Rp 3,5 miliar diduga kuat melibatkan Kepala Cabang Pembantu Bank DKI Tebet. Password Kepala Capem Tebet itu digunakan tersangka Dwi Norman Putranto untuk melakukan pembobolan. "Yang patut digarisbawahi pelaku melakukan kecurangan itu melalui akses password pimpinan. Silakan ditebak," kata Direktur Utama PT Bank DKI Hasan Softendy saat ditanya kemungkinan pembobolan itu melibatkan pimpinan cabang pembantu Tebet.Hal itu diungkapkan Hasan di sela-sela konferensi pers tentang pendirian cabang pembantu baru Bank DKI di Panglima Polim, Blok M, Jakarta, Jumat (4/2/2005). Hasan menolak menyebut nama Kepala Bank DKI Capem Tebet itu. Namun ditegaskan, manajemen Bank DKI telah memberikan sanksi dengan memindahkan orang itu ke unit non operasional sejak Agustus 2004.Dijelaskan, Dwi Norman Putranto,tersangka yang kini buron adalah asisten pelayanan nasabah di Bank DKI Capem Tebet. Dwi Norman menyalahgunakan password pimpinan untuk masuk sistem operasi Bank DKI. Norman kemudian melakukan pemindahbukuan dana dari rekening antar kantor fiktif ke rekening pasif. Uang itu kemudian diambil melalui kliring maupun tunai atau ATM. "Hal itu dilakukan secara bertahap," kata Hasan. Hasan tak menampik kemungkinan pembobolan itu merupakan kerjasama tim. Namun dia belum bisa memastikan karena kasus itu masih dalam proses pemeriksaan. "Kalau sudah ditangkap baru kemungkinan akan terbongkar semuanya," katanya.Pembobolan itu, kata Hasan, telah dilaporkan ke polisi sejak November 2004 lalu. Kasus itu kemudian ditangani Kejati DKI sejak 13 Desember 2004 lalu. Dwi Norman sendiri sejak bulan Juni menghilang sehingga dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Total kerugian akibat pembobolan itu Rp 3.584.145.767.
(iy/)











































