Data Versi Bakornas: 111.155 Orang Tewas di NAD
Jumat, 04 Feb 2005 17:47 WIB
Jakarta - Hingga Jumat (4/2/2005), sebanyak 111.155 orang tewas dan 126.641 orang hilang akibat bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)."Yang rawat inap dan rawat jalan masing-masing 4.181 orang dan 72.713 orang," kata Koordinator Perencanaan dan Evaluasi Posko Nasional Bakornas Pusat Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Penanganan Bencana Aceh dan Sumatera Utara Marbun di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/2/2005).Jumlah pengungsi, menurut dia, berdasarkan data hingga Rabu (2/2/2005) ada 426.849 orang. Rinciannya, pengungsi paling banyak berada di Aceh Besar 104.411 orang.Di Sumatera Utara, 128 orang tewas dan 25 orang hilang. Korban yang rawat inap 270 orang dan rawat jalan 1.719 orang.Pasukan tentara asing di NAD berjumlah 4.478 orang. Rinciannya, pasukan Amerika Serikat berjumlah 36 orang, Pakistan 200 orang, Australia 785 orang, Singapura 965 orang, Malaysia 265 orang, Brunai 47 orang, Perancis 120 orang, Inggris 40 orang, Jepang 1.560 orang, Jerman 310 orang dan Rusia 150 orang. "Pengendalian orang asing baik relawan atau tentara sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, seperti sudah mengurus visa," kata Marbun.Dikatakan dia, pembersihan puing dan sampah di jalan utama di Banda Aceh sudah mencapai 95 persen, jalan utama di Meulaboh 98,2 persen, jalan utama di Calang 50 persen. Sementara, pembersihan area perkantoran di Banda Aceh sudah 33,40 persen dan Meulaboh 96 persen.Bantuan logistik yang sudah disalurkan dari berbagai sumber mencapai 4.315.010 kilogram beras, mie instan 48.739 dus, susu 95.702 dus dan biskuit 26.501 dus.RelokasiDalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Posko Nasional Bakornas Pusat Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Penanganan Bencana Aceh dan Sumatera Utara Irvan Edison menilai perlu dilakukan sosialisasi relokasi pengungsi di Aceh. "Sekarang sedang dilakukan sosialisasi relokasi para pengungsi karena selama ini para pengungsi tidak mau direlokasi dengan alasan, tempat relokasi baru terlalu jauh dengan tempat yang ditempati sekarang," ungkap Irvan."Untuk relokasi pengungsi sedang dilakukan di 39 tempat berupa barak-barak. Seluruh kegiatannya baru berjalan 70 persen," imbuhnya. Lanjutnya, Bakornas juga melakukan sosialisasi untuk menghilangkan traumatik korban bencana tsunami.
(aan/)











































