"Saya kader daerah yang dipecat zamannya Pak Ical. Tapi, dengan kepengurusan Pak Agung, saya akan direhabilitasi kembali. Puji syukur Tuhan, ini babak baru kepemimpinan Golkar," kata Wakil Sekretaris DPD I Golkar Papua Viktor Abraham Abaidata kepada detikcom, Rabu (11/3/2015).
Dia yakin sejak Mahkamah Partai mengeluarkan putusan sejak pekan lalu maka menjadi 'angin segar' buat kader daerah seperti dirinya. Bagi Victor, pemecatannya oleh kubu Ical dianggap sebagai konsekuensi perjuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutnya, Viktor pun tidak sungkan mengimbau kader daerah yang sudah terlanjur ke Jakarta atas undangan kepengurusan Ical mesti bersatu. Saat ini, menurutnya, yang terpenting mengembalikan kejayaan Golkar.
"Segera rapatkan barisan, bersatu dan rebut kembali kejayaan Golkar. Mulai dari Pilkada 2015 hingga Pemilu 2019. Golkar harus sesuai jati dirinya. Pengesahan Munas Ancol jadi kemenangan buat masa depan partai," kata politisi asal Jayapura itu.
Pernyataan Victor dibenarkan Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily. Merehabilitasi pengurus DPD dan DPP yang dipecat sesuai dengan amanah Mahkamah Partai. Upaya rehabilitasi kader ini sebagai bukti Golkar menentang mekanisme pemecatan yang sewenang-wenang.
"Sesuai dengan amanat Mahkamah Partai Golkar dan kesepakatan juru runding juga hasil Munas IX Jakarta 2014, nama-nama kader Partai Golkar direhabilitasi. Dari awal kami menentang pemecatan kader tanpa mekanisme dan aturan yang diatur organisasi," sebut Ace dikonfirmasi terpisah.
(hat/vid)











































