Pemilik Wisma Kosgoro Sesalkan Skylift Datang Terlambat Atasi Kebakaran

Pemilik Wisma Kosgoro Sesalkan Skylift Datang Terlambat Atasi Kebakaran

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Rabu, 11 Mar 2015 18:27 WIB
Pemilik Wisma Kosgoro Sesalkan Skylift Datang Terlambat Atasi Kebakaran
Jakarta - Pemilik Wisma Kosgoro yang terbakar selama lebih dari 12 jam menyesalkan datangnya mobil pemadam Bronto Skylift. Jika datang lebih cepat, kebakaran diprediksi akan segera teratasi.

"Saya katakan bahwa Skylift datang terlambat pada 21.30 WIB. Kalau lebih cepat mungkin akan lebih cepat diatasi kebakaran itu. Karena Skylift ada di Ciracas, tapi apakah di Ciracas ada gedung-gedung tinggi? Yang adakan gedung-gedung tinggi di Thamrin," ujar Ketum Kosgoro, Hayono Isman dalam konferensi pers di kantor Kosgoro, Jl Cik Ditiro 34, Menteng, Jakpus, Rabu (11/3/2015).

Kosgoro disebut Hayono adalah Ormas pemilik Wisma Kosgoro yang kepemilikannya diwakili oleh PT Kosgoro. Ia pun menilai kendala lain yang dihadapi saat penanganan pemadaman kebakaran lalu adalah karena adanya kabel-kabel yang terlalu rendah di sekitar gedung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada saat kebakaran saya berada di lokasi. Contohnya di Jalan Biliton di belakang Wisma Kosgoro tak mungkin masuk pemadam kebakaran karena ada kabel-kabel telepon dan listrik yang terlalu rendah. Ini merupakan kebakaran yang terlama di Ibukota bahkan di Asia. Dari jam 18.00 WIB sore sampai 07.00 WIB pagi. Kalau pengamanannya kurang baik pasti gedung ini akan habis," kata Hayono.

Haryono pun berharap agar di sekitar gedung tinggi tidak lagi boleh ada terdapat kabel-kabel agar tidak menghalangi petugas saat ada kebakaran. Ketum Kosgoro juga menyesalkan kinerja dari Petugas Pemadam Kebakaran.

"Yang kita lihat damkar berada di depan padahal kebakaran terjadi di belakang. Tanah di mana berdirinya gedung ini adalah pemberian Bung Karno pada Kosgoro. Di Gedung ini ada 16 penyewa yang saya tahu. Salah satunya ada Bazaar, FHM dan Kantor Notaris. Saya berkantor di lantai 17. Lantai 17 itu kantornya PT Kosgoro," tutur Haryono yang didampingi oleh sejumlah anggota Kosgoro saat konferensi pers.

"Masukan pada Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi sistem pemadam kebakaran di ibukota yang gedungnya semakin tinggi," sambungnya.

Hayono menambahkan, pemadam belum menjadi profesi yang terhormat. Padahal, profesinya sama dengan TNI dan Polri, mempertaruhkan nyawa bagi masyarakat.

"Tapi apakah mereka (para pemadam kebakaran) sudah terbina dengan baik? Kalau belum bisa terbina dengan baik akan terjadi moral hazard," imbuh dia.

Direksi PT Kosgoro dan manajemen Wisma Kosgoro telah dimintai klarifikasi terkait dengan terjadinya kebakaran. Haryono mengatakan jika memang ada kelalaian dari pihak manajemen, makanya ia dan jajarannya akan memberikan penindakan tegas. Namun ia juga berharap agar petugas Damkar mendapat pembinaan lebih supaya kinerjanya semakin baik.

"Kalau kebakaran ini adalah kelalaian manajemen, Kosgoro akan mengambil langkah tegas. Kalau itu kelalaian dari siapapun, dimohon berjiwa besar," tukas Haryono.

Kebakaran di Wisma Kosgoro sendiri yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakpus, itu terjadi pada Senin (9/3) petang dan baru padam pada Selasa (10/3) pagi. Sempat dinyatakan padam pada dinihari, api kembali berkobar sehingga mobil Bronto Skylift dikerahkan.

(ear/nwk)


Berita Terkait