Pantauan di lokasi, Rabu (11/3/2015) pengerjaan bangunan yang berada di samping kantor PPP itu hampir rampung. Gedung warna putih berdiri kokoh dengan ditopang lima pilar merah di bagian depannya.
Dari keterangan papan yang berada di depan bangunan itu, tercatat izin mendirikan bangunan itu pada tanggal 23 Agustus 2013 dan peletakan batu pertama dilakukan pada 16 Mei 2014. Jenis kegiatan adalah mendirikan bangunan baru dan penggunaannya untuk kantor dengan jumlah lantai bangunan sebanyak 6 lantai.
Bangunan itu masih dipagari seng setinggi 2 meter berwarna merah dan putih. Puluhan pekerja terlihat mengerjakan pekerjaannya, ada yang membawa material, dan mengecek bangunan di lantai atas.
Tahun lalu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikan pembangunan gedung DPP yang baru. Dalam sambutannya Mega mengenang kembali peristiwa 27 Juli 1996 yang dianggapnya sebagai noda kelam dalam sejarah demokrasi Indonesia.
"Hari ini akan kita bangun kembali gedung DPP partai yang kita ketahui setelah sekian lama tidak dapat dipergunakan karena peristiwa 27 Juli yang merupakan peristiwa bagi sejarah bangsa Indonesia merupakan sebuah noda hitam," kata Megawati, Jumat (16/5/2014).
27 Juli 1996 merupakan peristiwa berdarah pengambilalihan paksa kantor PDI yang dikuasai Megawati oleh PDI Soerjadi yang dibantu aparat pemerintah. Pengikut Megawati kemudian pindah tempat dan mendeklarasikan PDIP yang berkantor di Jl Lenteng Agung, Jaksel, hingga kini.
Peresmian itu dilakukan dengan meletakkan batu pertama dan pemotongan tumpeng. Hadir pula Puan Maharani, Tjahjo Kumolo dan sejumlah elite PDIP.
(slm/nrl)











































