Begini Kronologi Kericuhan di Rapat Golkar yang Digelar Kubu Ical

Begini Kronologi Kericuhan di Rapat Golkar yang Digelar Kubu Ical

- detikNews
Selasa, 10 Mar 2015 23:21 WIB
Begini Kronologi Kericuhan di Rapat Golkar yang Digelar Kubu Ical
Jakarta - Rapat Konsultasi DPP kubu Aburizal Bakrie dengan 486 orang pengurus DPD se-Indonesia di Hotel Grand Sahid Jakarta diwarnai kericuhan. Seorang pria diduga penyusup dipukuli di tengah forum saat Ical berpidato. Tak hanya itu kericuhan berlanjut dengan kedatangan belasan pria mencari Yorrys Raweyai.

Kejadian itu berlangsung di Ruang Puri Agung Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (10/3/2015) malam. Acara dihadiri seluruh pengurus DPP dan 486 pengurus DPD loyalis Aburizal Bakrie.

Bagaimana kronologinya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pukul 20.45 WIB
Suara gaduh tiba-tiba muncul dari barisan belakangan kursi peserta, saat Aburizal Bakrie berpidato menyikapi keputusan Menkum HAM yang menerima kepengurusan Agung Laksono.

‎"Penyusup!! Penyusup!!" teriak salah seorang dari belakang.

Rupanya seorang pria berbaju hitam dan celana jeans, dipukuli beberapa orang disertai teriakan yang membuat suasana rapat semula khidmat menjadi ricuh. Pria itu terjatuh dan dipukuli di lantai.

Adalah politisi Golkar Ali Muchtar Ngabalin yang mengaku diserang dengan kayu oleh pria tersebut beberapa saat setelah diskusi live di televisi, sehingga diketahui dia adalah penyusup alias bukan peserta rapat.

Suasana rapat menjadi gaduh seketika karena sekitar 400 peserta yang hadir‎ semula menyimak pidato Ical, teralihkan pada satu orang yang dihajar pengurus dan keamanan Golkar hingga ke luar ruangan.

"Pukuli.!! Bunuh..!! Bunuh..!!" ‎teriak yang lainnya. Suasana menjadi tidak terkendali.

Pukul 20.47 WIB
Pria yang diketahui memiliki banyak tato ditubuhnya itu berhasil digiring oleh beberapa petugas polisi berseragam ke luar Hotel melalui pintu samping. Namun tetap dipukuli dan diteriaki sebagai penyusup.

Saat polisi menggiring pria berkulit gelap itu, polisi mendapati dua orang lain diduga rekannya karena berusaha membantu si penyusup dari sergapan polisi. Akhirnya, dua pria itu juga ikut diamankan dan dibawa ke Polsek tanah Abang untuk pemeriksaan.

Pukul 20.58 WIB
Karena ulang si penyusup, suasana rapat sempat memanas oleh teriakan peserta dari daerah yang menyuarakan agar pendukung‎ Agung Laksono jangan sampai masuk ke ruang rapat. Namun tak berlangsung lama, suasana terkendali dan rapat dilanjutkan lagi secara tertutup.

Pukul 20.55 WIB
Saat suasana agak reda, sekitar 10 orang pria ‎tiba-tiba datang dari pintu samping hotel berteriak-teriak mencari polisi Golkar kubu Agung Laksono Yorrys Raweyai. Yorrys dianggap orang yang mengirimkan penyusup ke rapat Golkar yang dipimpin Ical malam ini.

"Mana Yorrys..!! Mana Yorrys..!!" teriak mereka lantang sambil mengepalkan tangan.

Kehadiran mereka kembali membuat rapat menjadi gaduh lantaran teralihkan perhatiannya ke sumber suara dari beberapa pria itu di luar ruang rapat. Salah seorang pria yang emosi bahkan memecahkan dinding tangga yang mengarah menuju ruang rapat.

‎Namun karena salah sasaran alias Yorrys tak ada di lokasi, para pria yang emosi ini ditenangkan oleh petugas polisi juga Ali Muchtar Ngabalin. Ali menjelaskan bahwa tidak ada Yorrys di lokasi, mereka lalu diminta keluar dari hotel.

Pukul 22.00 WIB
Suasana rapat sudah tertib dan tenang, tapi tiba-tiba datang lagi pria yang berteriak dari bawah hendak menaiki tangga menuju ruang rapat. Kali ini jumlahnya belasan dan mereka mencari orang-orang Yorrys yang dianggap penyusup tadi.

"Mana orang Yorrys!! Ke sini.!!!" teriak mereka sambil berjalan menaiki tangga menuju ruang digelarnya rapat.

Kehadiran mereka sekali lagi menarik perhatian beberapa orang yang ada di depan ruang rapat, termasuk polisi dan anggota TNI. Suaranya bahkan terdengar di dalam ruangan rapat meski pintu tertutup.

"Yorrys..!! Mana Yorrys.!!" teriak mereka lagi mengepalkan tangan.

Beberapa personel kepolisian kemudian mendekat dan memenangkan bahwa orang yang dicari tidak ada di lokasi. Akhirnya, meski agak sulit upaya polisi menghalau cukup berhasil. Belasan pria yang tampak emosi dan mengebu-gebu itu akhirnya hanya menunggu di depan pintu masuk hotel yang samping.




(iqb/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads