detikcom berbincang dengan Willem via telepon, Selasa (10/3/2015). Katanya telah dilaksanakan adat bakar batu atau makan bersama dalam rangka ikrar perdamaian abadi akibat perang konflik pilkada yang menewaskan sekitar 53 orang di Kabupaten Puncak 2012 lalu.
Dijelaskan Willem, kegiatan itu dilaksanakan di sebuah lapangan di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, sejak pagi hingga pukul 12.00 WIT. Kelompok Simon Alom dan Elvis Tabuni sepakat melakukan pedamaian abadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Willem pun bersyukur karena upaya perdamaian dua kubu itu sudah selesai hari ini meski berproses cukup lama. Ia memastikan situasi di Kabupaten Puncak kondusif.
"Saya selaku kepala pemerintahan berterima kasih karena perang telah usai dan perdamaian telah terjadi. Ini sangat baik karena perang hanya menghambat proses pembangunan di Kabupaten Puncak," kata Willem.
Willem pun mengajak masyarakat di Kabupaten Puncak untuk bekerjasama.
"Kini kita berjuang untuk kebaikan dengan kerja keras, berkebun, beternak dan lainnya. Saya ajak semuanya untuk sekarang kita membangun dan menghasilkan sesuatu untuk kesejahteraannya masing-masing. Sebab kalau tidak bekerja kita mau dapat apa," imbuh Willem.
"Sudah saatnya bagi anak-anak kita untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak. Karena itu, rasa aman perlu kembali diciptakan agar pembangunan dan pemerintahan bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya," sambung Willem menegaskan.
(bar/mok)











































