Konflik 2 Kubu Akibat Pilkada Selesai, Bupati Willem Ajak Warga Kerja Keras

Konflik 2 Kubu Akibat Pilkada Selesai, Bupati Willem Ajak Warga Kerja Keras

- detikNews
Selasa, 10 Mar 2015 18:39 WIB
Konflik 2 Kubu Akibat Pilkada Selesai, Bupati Willem Ajak Warga Kerja Keras
Adat bakar batu di Kabupaten Puncak (Herianto/detikcom)
Jakarta - Ikrar perdamaian abadi dua kelompok akibat perang karena konflik pilkada di Kabupaten Puncak, Papua, akhirnya terwujud. Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik kini mengajak masyarakat bekerja keras.

detikcom berbincang dengan Willem via telepon, Selasa (10/3/2015). Katanya telah dilaksanakan adat bakar batu atau makan bersama dalam rangka ikrar perdamaian abadi akibat perang konflik pilkada yang menewaskan sekitar 53 orang di Kabupaten Puncak 2012 lalu.

Dijelaskan Willem, kegiatan itu dilaksanakan di sebuah lapangan di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, sejak pagi hingga pukul 12.00 WIT. Kelompok Simon Alom dan Elvis Tabuni sepakat melakukan pedamaian abadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain adat bakar batu dengan memasak sekitar 500 ekor babi, kata Willem, wujud perdamaian itu ditandai pula dengan peletakan batu pertama pembangunan tugu demokrasi di Distrik Gome. Peletakan batu dilakukan oleh kedua perwakilan kelompok yang sebelumnya bertikai yakni Usei Alom dan Thomas Tabuni.

Willem pun bersyukur karena upaya perdamaian dua kubu itu sudah selesai hari ini meski berproses cukup lama. Ia memastikan situasi di Kabupaten Puncak kondusif.

"Saya selaku kepala pemerintahan berterima kasih karena perang telah usai dan perdamaian telah terjadi. Ini sangat baik karena perang hanya menghambat proses pembangunan di Kabupaten Puncak," kata Willem.

Willem pun mengajak masyarakat di Kabupaten Puncak untuk bekerjasama.

"Kini kita berjuang untuk kebaikan dengan kerja keras, berkebun, beternak dan lainnya. Saya ajak semuanya untuk sekarang kita membangun dan menghasilkan sesuatu untuk kesejahteraannya masing-masing. Sebab kalau tidak bekerja kita mau dapat apa," imbuh Willem.

"Sudah saatnya bagi anak-anak kita untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak. Karena itu, rasa aman perlu kembali diciptakan agar pembangunan dan pemerintahan bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya," sambung Willem menegaskan.

(bar/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads