LSI Denny JA: Publik Sesalkan Sikap PDIP Cs yang Ajukan Hak Angket untuk Ahok

LSI Denny JA: Publik Sesalkan Sikap PDIP Cs yang Ajukan Hak Angket untuk Ahok

- detikNews
Selasa, 10 Mar 2015 16:13 WIB
LSI Denny JA: Publik Sesalkan Sikap PDIP Cs yang Ajukan Hak Angket untuk Ahok
Jakarta - Hasil sigi Lingkaran Survei Indonesia pimpinan Denny Januar Ali (LSI Denny JA) menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menolak rencana DPRD mengajukan hak angket untuk Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tak hanya itu publik juga menyesalkan sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bersama Koalisi Indonesia Hebat sebagai penggerak hak angket di DPRD.

"Terkait dengan pengajuan hak angket yang diajukan oleh DPRD, publik pesimis dan menilai bahwa hak angket DPRD tidak diperlukan," ujar peneliti LSI Denny JA, Ade Mulyana dalam paparan presentasi di kantornya Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei ini dilakukan dengan cara quickpoll smartphone LSI menggunakan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dari 2-4 Maret 2015 dengan jumlah responden 1.200 dan margin eror mencapai Β± 2,9%

"Sebesar 51,25% publik menyatakan bahwa hak angket itu bisa berujung pada pemakzulan sehingga tidak diperlukan terhadap Ahok. Sementara 35,30% publik menyatakan mereka cenderung mendukung penggunaan hak angkat terhadap ahok," kata Ade.

Ia mengatakan tak hanya hak angket terhadap Ahok. Publik menyesalkan sikap partai KIH yang ikut dukung penggunaan hak angket.

"Seperti diketahui panitia hak angket diketuai oleh partai Hanura yang merupakan bagian dari KIH. Sementara KMP sendiri sebagai oposisi dalam pemerintahan dilihat secara wajar," tuturnya.

Ade mengatakan hasil survei terkait sikap KIH terhadap hak Angket untuk Ahok. Didominasi oleh kekecewaan punblik terhadap KIH.

"Sebesar 61% publik menyayangkan sikap partai yang tergabung dalam KIH karena mendukung hak angket. Padahal menurut publik seharusnya parta-partai ini justru mendukung sikap dan kebijakan melihat Djarot Saefullah sebagai wagub DKI Jakarta berasal dari partai PDIP. Hanya sedikit sekitar 23% publik tidak mempermasalahkan dukungan partai KIH terhadap penggunaan hak angket," tutupnya.



(edo/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads