Pelaku bernama Mahyuddin diduga tak kuasa menahan emosi saat mengetahui dirinya dimutasi dari Kantor Camat Woyla Barat ke Woyla Induk. Pada saat kejadian, camat beserta sejumlah pegawai lain sedang menggelar rapat di sebuah ruangan di kantor tersebut. Tiba-tiba pelaku masuk sambil bawa parang.
"Saat itu pelaku bilang "gara-gara pak camat saya dimutasi". Pelaku cepat diamankan," kata Kapolsek Woyla Barat, Ipda Slamet, saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah kejadian, pelaku diamankan ke Mapolsek Wolya Barat untuk dilakukan pemeriksaan. Kasus penyerangan ini terjadi pada Kamis 5 Maret 2015. Barang bukti berupa parang bersama tersangka kemudian diamankan di Polsek.
Menurut Slamet, kasus penyerangan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah pihak Muspika setempat bersama tokoh masyarakat menggelar pertemuan pada Senin (9/3/2015) kemarin. Korban tidak melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum dan sudah memaafkannya. Sedangkan pelaku juga sudah mengakui perbuatannya.
"Pelaku sudah kita lepas karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Sedangkan barang bukti masih kita amankan," jelasnya.
(try/try)











































