Sejak pukul 9.45 WIB, polisi telah menutup Jalan Kebon Kopi. Sekitar 50 orang anggota Sabhara yang dilengkapi perlengkapan anti huru-hara diturunkan untuk mengamankan rekonstruksi.
Mereka langsung membuat barikade di samping trotoar, membentengi warga yang ingin mendekat untuk melihat adegan reka ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama proses reka ulang, warga kerap menyoraki pelaku atau mengomentari adegan yang dilakukan. Mereka bahkan tak jarang mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kasar.
Sekitar 45 menit reka adegan di Jalan Kebon Kopi berlangsung. Banyak di antara warga yang kesal karena tak bisa menonton adegan dengan leluasa.
Usai polisi meninggalkan lokasi, mereka pun berangsur bubar. "Teu rame ah. Kahalangan polisi," tutur seorang warga dengan kesal.
"Nonton aja di TV bu," kata polisi menjawab kekesalan warga.
Endah (36) mengaku sampai meninggalkan tugas masak di rumah karena ingin melihat rekonstruksi. "Rame-rame, ya saya juga pengen lihat," katanya.
Kapolres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan mengaku belum mengetahui akan ada berapa adegan yang dilakukan. "Total adegan belum tahu. Tentu nantinya adegan-adegan selanjutnya akan kita komulir sesuai dengan titik-titik kunci yang akan menjadi clue atau bukti bahwa peran tersangka seperti apa, saksi menyatakan seperti apa. Kunci-kunci itulah yang kita beri nomor," terangnya di sela rekonstruksi.
(tya/ern)











































