"Kalau dia mau bilang ada pemalsuan, itu membuat perpecahan meluas. Setop semua. Jangan ada dendam!" kata Yorrys saat dihubungi, Selasa (10/3/2015).
Menurut Yorrys niat kubu Ical melapor ke Bareskrim Polri akan membuat perpecahan di Golkar makin panjang. Dia meminta kubu Ical legowo menerima kekalahan, lalu membantu penyelamatan Golkar, bukan malah memperkeruh suasana.
"Kalau mereka mau mulai, kita bisa urut lagi, kenapa muncul Munas Ancol? Itu karena Munas Bali tidak demokratis. Semua sudah tahu. Saya sebagai tim penyelamat partai mengajak mari kita konsolidasi menuju 2019, starting point nya dari Munas 2016," ujar mantan anggota Komisi I DPR ini.
Yorrys menyerukan islah Golkar. Baik kubu Ical maupun kubu Agung diminta tak mengeluarkan statemen yang bisa menghambat proses rekonsiliasi Golkar.
"Dua kubu jangan membuat statemen dendam," ujar politikus asal Yapen, Papua, ini.
(trq/van)











































