Antisipasi Badai, Warga Yogya Gelar Doa Bersama

Antisipasi Badai, Warga Yogya Gelar Doa Bersama

- detikNews
Jumat, 04 Feb 2005 15:10 WIB
Yogyakarta - Masyarakat Yogyakarta menggelar doa bersama, Jumat (4/2/2005) menyusul prakiraan bahwa akan ada badai pada 5-10 Februari mendatang di kawasan pesisir selatan Jawa.Ritual dan doa bersama itu dilakukan di masjid-masjid di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo. Bahkan beberapa orang nelayan di wilayah Bantul dan Kulon Progo sudah ada yang melakukan doa bersama dan ritual membuang sesaji di pinggir pantai selatan.Berdasarkan pantauan detikcom hari ini, doa bersama di antaranya digelar di Masjid Suthoni kompleks kantor gubernur DIY di Kepatihan jl Malioboro. Selanjutnya di pendopo Parasamya kantor Bupati Bantul, Masjid Maulana Maghribi di kawasan Parangkusum Parangtritis, masjid di Pantai Trisik Kulon Progo dan Masjid Jami Pathok Negoro Mlangi Kecamatan Gamping Sleman.Dalam acara doa bersama itu, warga membacakan 37 surat dari 114 surat Al Quran. Masing-masing surat dibaca sebanyak tujuh kali secara bergantian hingga menjelang salat Jumat dimulai. Beberapa surat yang dibaca di antaranya Al Fatihah, Al A'raaf, Al Anfaal, Adz Dzaariyaat, Al Takwir dan ditutup dengan surat At Taubah dan Al Ikhlaash.Tidak MelautSaat ini para nelayan di Pantai Selatan terutama di Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo diimbau untuk waspada mengantisipasi segala kemungkinan akan terjadinya badai di Samudera Indonesia. Namun sebagian nelayan di Pantai Depok (Parangtritis), Samas (Sanden), Kuwaru dan Pandansimo (Srandakan), Trisik dan Glagah Kulon Progo masih ada yang tetap melaut. Meski jumlahnya berkurang dari sebelumnya dan tidak berani terlalu jauh hingga ke tengah lautan."Banyak nelayan yang tidak melaut sejak beberapa hari lalu setelah ada kabar akan adanya badai. Namun kita saat ini terus waspada saja terhadap berbagai kemungkinan," kata Waldiono, seorang nelayan pantai Trisik Kulon Progo.Menurut Waldiono, tidak beraninya nelayan melaut karena kondisi alam di pantai selatan pada bulan Februari ini juga kurang bersahabat yakni sering hujan deras disertai angin kencang di laut. Bahkan beberapa hari ini juga tidak banyak kapal-kapal nelayan Cilacap yang mencari ikan hingga kawasan Kulon Progo dan Gunung Kidul. beberapa warga nelayan pun sudah ada yang melarung sesaji di lautan.Dia mengaku dalam beberapa hari terakhir ini juga menangkap beberapa gejala alam di sekitar laut selatan. Gejala alam itu di antaranya saat ini tidak banyak ikan-ikan yang berada di dekat pantai. Ikan-ikan besar banyak yang berada di tengah lautan sehingga tidak bisa dijangkau perahu-perahu kecil.Saat ini bukan musim ikan tengiri tapi banyak ikan jenis tengiri yang berhasil ditangkap nelayan di dekat pantai. Saat ini seharusnya musim ikan jenis layur dan bawal. "Ini akan ada apa kita tak tahu," katanya. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads