"Bapaknya sekarang dibawa ke Yogya. Kondisinya terakhir saya belum pantau lagi," kata Humas Sriwijaya Air, Agus Sudjono, saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2015).
Agus belum bisa memastikan dirawat di mana Sugino setelah tiba di Yogya. Yang jelas, kondisinya sudah memungkinkan untuk dibawa menggunakan pesawat Sriwijaya Air dari Merauke ke Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anaknya dimakamkan di sana," tambahnya.
detikcom berusaha memperjelas bagaimana sebetulnya peluru Praka Dedi bisa menembus Novan dan Sugino. Apakah ada dua peluru yang dimuntahkan atau satu peluru yang melukai keduanya. Namun Agus belum bisa mengkonfirmasi.
"Nanti, telepon saya lagi, saya cari informasi kronologinya dulu," tambahnya.
Sugino (32) kritis dan anaknya Novan Aditama Putranto (6) tewas karena tertembak pistol yang meletus dari tangan anggota protokoler Batalyon Infanteri/Yalet 755 Merauke Praka Dedi Purwanto di Bandara Merauke. Insiden maut ini terjadi sekitar pukul 08.40 WIT, ketika pistol Praka Dedi hendak dikosongkan. Tak seperti biasa, dia menguji tembakan ke arah dinding, bukan ke atas.
Akhirnya, peluru yang ternyata masih ada di pistol, pun meluncur ke arah Novan dan Sugino, setelah sempat menembus dinding triplek. Atas kejadian ini, Praka Dedi terancam mendapat sanksi dan pihak TNI berjani siap tanggung jawab.
(mad/nwk)











































