Muktamar NU Digelar di 4 Ponpes Jombang, Tema Besarnya Islam Nusantara

Muktamar NU Digelar di 4 Ponpes Jombang, Tema Besarnya Islam Nusantara

- detikNews
Senin, 09 Mar 2015 23:32 WIB
Muktamar NU Digelar di 4 Ponpes Jombang, Tema Besarnya Islam Nusantara
Foto: Triono/detikcom
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus berbenah. Pada Agustus 2015 mendatang, mereka akan menggelar muktamar dengan tema utama, Islam Nusantara.

Dalam sambutannya di acara Silaturahim PBNU dan Media Massa di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015) malam, panitia muktamar Imam Aziz mengatakan, muktamar digelar pada 1-5 Agustus mendatang.

Tema utuhnya adalah 'Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia'. Ada 4 ponpes yang dijadikan lokasi acara, yakni Tebu Ireng, Darul Ulum, Tambak Beras, dan Denanyar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski sudah beberapa digelar di Jawa Timur, ini untuk pertama kalinya muktamar diadakan di Jombang, tempat kelahiran pendiri NU," kata Aziz.

Diperkirakan, jutaan kaum Nahdliyin akan datang. Maka itu, panitia daerah menyiapkan beragam hal, mulai dari penginapan hingga konsumsi. "Kami akan menyiapkan dapur umum," tutur Aziz.

Silaturahim dihadiri jajaran pengurus PBNU, termasuk Ketua Tanfidiyah PBNU Said Aqil Siradj, dan Ketua Syuriah PBNU Masdar F Mas'udi.

Mengenai tema besar, Said Aqil Siradj menjelaskan, Islam Nusantara bukan hal baru bagi NU. Konsep maupun praktiknya sudah lama dilakukan. Muktamar ke-33 di Jombang hanya akan meneguhkan kembali sebagai jawaban atas munculnya ekstrimisme berbasis agama.

"Islam Nusantara pada prinsipnya adalah penghargaan budaya di tengah ritus keagamaan. Kami ingin kedua hal ini berdampingan," kata Kiai Said, panggilan Said Aqil Siradj.

Tak hanya menyampaikan rencana muktamar, acara silaturahim juga menyerap masukan dari berbagai pihak. Muncullah tema-tema terkini seperti ISIS, radikalisasi, hingga peran agama dalam kehidupan sosial. Hal-hal itu akan jadi pembahasan di muktamar ormas berlambang bola dunia tersebut.


(try/fdn)


Berita Terkait