KBRI Madrid Tempuh Diplomasi Soft Power Lintas Generasi

Laporan dari Madrid

KBRI Madrid Tempuh Diplomasi Soft Power Lintas Generasi

- detikNews
Senin, 09 Mar 2015 22:45 WIB
KBRI Madrid Tempuh Diplomasi Soft Power Lintas Generasi
Madrid - Melalui medium seni budaya, perwakilan Indonesia di ibukota Spanyol ini menyasar generasi belia. Sebanyak 150 pelajar Sekolah Dasar British Council Madrid dan para guru pendampingnya menyambangi KBRI Madrid, 3-5 Maret 2015.

"Dalam kunjungan ini, para pelajar mendapat pengenalan tentang Indonesia, terutama mengenai kebudayaan, dunia pariwisata, dan memperoleh pelatihan cara memainkan alat musik tradisional, kali ini Gamelan Jawa," ujar Sekretaris III Nona Siska Noviyanti kepada detikcom seusai acara.

Pada sesi pengenalan tentang Indonesia, para siswa diajak berkeliling virtual ke lima pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, yang memiliki kekhasan kebudayaan dan daya tarik pariwisata masing-masing.

Sesi ini dilengkapi dengan pemutaran video Indonesia, yang memberikan gambaran visual mengenai keanekaragaman, keindahan dan kekhasan Indonesia.

Selanjutnya, kepada generasi belia Spanyol itu diperkenalkan alat musik tradisional Gamelan Jawa dan pelatihan cara memainkan masing-masing instrumen, yaitu bonang, demung, slenthem, peking, saron, kenong, gong dan kendang.

"Para pelajar di bawah panduan para staf KBRI Madrid berhasil melantunkan lagu Manyar Sewu dengan harmonis," terang Siska.

Menurut Siska, program pengenalan Indonesia dan alat musik tradisional Gamelan Jawa ini diselenggarakan setiap tahun sebagai soft power dan diplomasi budaya Indonesia di Spanyol.

"Untuk meningkatkan saling pengertian budaya antara kedua bangsa dan memperkuat dasar kerjasama antar masyarakat melalui generasi muda," jelas Siska.

Disamping itu diplomasi dengan cara ini memiliki dampak positif pada masa mendatang.

"Diharapkan kecintaan pelajar Spanyol terhadap Indonesia dapat terus berkembang dan dapat membantu mempromosikan Indonesia di Spanyol," imbuh Siska.

Dikatakan bahwa sambutan dan antusiasme yang tinggi dari para pelajar dan guru selama ini menjadikan program ini terus dilaksanakan secara kesinambungan. Tahun ini merupakan tahun keempat program ini berlangsung.

"Bahkan tahun ini, sekolah ini mengajukan permohonan untuk program pelatihan Gamelan Jawa bagi para pelajar Sekolah Menengah dengan komposisi musik yang lebih kompleks," pungkas Siska.

Terminologi soft power pertama kali dicetuskan oleh Prof. Joseph Nye (Harvard University), digunakan dalam teori hubungan internasional untuk menjabarkan kemampuan suatu negara untuk secara tidak langsung mempengaruhi negara lain diantaranya melalui seni budaya.

Hubungan bilateral Indonesia-Spanyol sendiri terus meningkat, ditandai dengan berbagai kerjasama yang menguntungkan kedua pihak, antara lain investasi dan kerjasama industri pesawat terbang PTDI-Airbus Miltary sampai kerjasama di bidang olahraga sepakbola.




(es/es)


Berita Terkait