Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf menyatakan, terkait hilangnya para WNI yang 7 di antaranya diketahui berasal dari Jawa Timur, pihaknya juga melakukan penyelidikan. Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Imigrasi.
"Saya sudah koordinasi dengan imigrasi. (Membahas) Apakah kemungkinan ada tindakan keimigrasian, bila indikasi masuk ke ISIS," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf di sela acara Friendly Games Hari Pers Nasional (HPN) 2015 di GOR Sudirman Surabaya, Senin (9/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait wacana pencabutan paspor 16 WNI itu, Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Welly Wiguna mengatakan pihaknya masih belum memutuskan hal itu, namun opsi itu dapat dilakukan.
"Pencabutan paspor itu dapat dilakukan, dengan tujuan melindungi WNI itu sendiri," kata Welly.
Disebutkan Welly, berdasarkan perundangan yang berlaku, jika seorang WNI diketahui jelas-jelas membela negara lain, atau negara asing selain Indonesia, maka dapat dicabut kewarganegaraannya. Jika pencabutan kewarnegaraan dilakukan, maka otomatis paspornya juga dicabut.
Namun jika ternyata dugaan itu tidak terbukti, maka solusi pengganti paspor yang sudah terlanjur dicabut itu dapat diterbitkan SPLP. SPLP itu sendiri memang dapat diberikan bagi warga negara Indonesia dalam keadaan tertentu dan hanya dapat digunakan untuk satu kali perjalanan.
(roi/rul)











































