Karena Undangan, DPRD Sumbar Merasa Dilecehkan Gubernur

Karena Undangan, DPRD Sumbar Merasa Dilecehkan Gubernur

- detikNews
Jumat, 04 Feb 2005 12:07 WIB
Padang - Menyebar undangan pun ada tata kramanya. Utamanya kalau acara yang tercetak di undangan itu dimajukan, segeralah beritahu semua orang yang terlanjur diundang. Jika tidak, bisa-bisa bibit permusuhan muncul di antara pengundang dan yang diundang.Kasus seperti ini terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (3/2/2005). Gara-gara undangan, Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harnaeny merasa dilecehkan oleh Gubernur Zainal Bakar.- Penyebabnya, acara pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumbar diperpecat tanpa pemberitahuan secara resmi pada legislatif.Karena tanpa pemberitahuan itu, Leonardy pun datang ke lokasi pelantikan di Pemprov Sumbar Jl Sudirman, Padang, pas banderol seperti undangan yang diterimanya."Tadi pagi saya datang pukul 9 lewat 1 menit. Ternyata sesampainya di sana acara sudah sampai di penghujung acara," sesal Leonardy. Leo mengaku diundang menghadiri pelantikan pejabat itu pada pukul 09.00 WIB."Tidak ada pemberitahuan resmi kepada DPRD acara akan dipercepat," sesal Leo. Dalam acara itu, Leo hadir didampingi Wakil Ketua DPRD Sumbar Mahyeldi Ansyarullah dan pejabat Humas.Leo menceritakan, begitu tiba di lokasi, ada panitia yang bilang bahwa acara sudah selesai. Mereka mengatakan, sebelumnya sudah ada pemberitahuan percepatan acara kepada satpam DPRD yang piket malam."Kalau seandainya waktu pelaksanaan memang mendesak, kita mengerti juga. Tapi kalau pemberitahuan hanya pada satpam, satpamnya satpam yang mana? Itu kan tidak profesional. Pelayan masyarakat harus profesional. Bukan seenak perutnya saja, mempercepat atau memundurkan acara," kritik Leo.Menurutnya, kalau memang dalam protokoler Ketua DPRD tidak diundang, ya jangan diundang. "Tapi ini kan ada undangan resmi dan dalam PP No 24 juga diatur dalam acara seperti itu, Ketua DPRD atau yang mewakili duduk di sebelah kepala daerah," urainya.Dia menganggap sikap Pemprov Sumbar mempermalukan lembaga DPRD yang merupakan representasi masyarakat. "Kita akan ingatkan hal itu pada eksekutif. Kejadian ini merupakan benih-benih," ujarnya.Benih-benih apa? "Artikan saja sendiri," tukas Leo. (nrl/)


Berita Terkait