Tujuh Pengurus DPP Membelot, Dukung Silatnas PPP

Tujuh Pengurus DPP Membelot, Dukung Silatnas PPP

- detikNews
Jumat, 04 Feb 2005 11:34 WIB
Jakarta - Tujuh orang Pengurus Harian Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PHP PPP) mendukung acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang akan diadakan tanggal 25-27 Februari 2005 mendatang. Mereka tidak takut dengan ancaman PHP yang akan memecat pengurus yang mendukung Silatnas.Tujuh orang pengurus harian pusat (PHP) tersebut antara lain Zarkasih Nur, Andi M Ghalib, Lukman Hakim Syaefudin, Imron Pangkapi, Suryadarma Ali dan Syukur. "Mereka pengurus harian pusat yang tetap mendukung silaturahmi nasional dan siap menerima sanksi," kata Ketua Panitia Silaturahmi Nasional PPP Usamah Hisyam saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (4/2/2005).Sebelumnya, Kamis sore (4/2/2005) rapat PHP PPP yang dipimpin oleh Ketua Umum Hamzah Haz memutuskan acara Silatnas bukan agenda resmi DPP PPP. Apalagi dalam salah satu agendanya untuk menyelenggarakan MLB. "DPP melarang pegurus untuk ikut-ikutan dalam acara silaturahmi nasional. Siapa yang ikit nanti ada sanksi yang tegas," kata Wakil Ketua Umum PPP Ali Marwan Hanan. Hanya, sanksinya seperti apa, belum dijelaskan.Terhadap larangan tersebut, Usamah Hisyam mengaku heran dan menyanyangkan sikap DPP PPP. Sebab yang namanya silaturahmi bagi umat Muslim sebagai suatu hal yang dianjurkan. "Apa sih yang dikhawatirkan dari forum ini. Silaturahmi kan hal biasa bagi warga muslim," imbuhnya.Untuk itu, Usamah meminta agar keputusan PHP dianulir. Apalagi ada ancaman pecat memecat mereka yang menjadi panitia Silatnas dan mengikuti acara tersebut. "Itu namanya PHP arogan, tak mau dialog. Kalau begini terus, PPP akan semakin terpuruk," ujar mantan wartawan ini.Seperti diketahui, Silatnas PPP tak mendapat dukungan dari PHP PPP karena dicurigai hanya sebagai ajang untuk konsolidasi pengurus untuk menggelar MLB dan melengserkan Hamzah Haz dari kursi Ketua Umum PPP. Pengurus harian PPP tetap menginginkan muktamar sesuai jadwal, yakni tanggal 1-4 Januari 2007. Jadwal muktamar ini sudah maju satu setengah tahun, karena harusnya muktamar diadakan bulan Mei 2008. (jon/)


Berita Terkait