Megawati Sindir Anggota DPR Perempuan yang Tampil Modis

Megawati Sindir Anggota DPR Perempuan yang Tampil Modis

- detikNews
Minggu, 08 Mar 2015 19:56 WIB
Megawati Sindir Anggota DPR Perempuan yang Tampil Modis
Jakarta - Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri mengaku sedih hingga saat ini karena baru ia presiden perempuan di Indonesia. Meski menyindir fashion anggota DPR perempuan di era modern, Mega pun berharap agar perempuan di Indonesia banyak yang masuk dalam ranah politik.

"Itu Anggota DPR yang terhormat, saya ketawa aja, yang baru-baru. Mohon maaf kalau ini sebagai kritik. Cantik-cantik, wah keren-keren, di sini tasnya yang dari apa entah, di sini tas kantornya isinya buku tebal-tebal. Jadi saya lihat sebenarnya dia ke DPR mau apa ya, itulah kenyataannya ibu-ibu," ujar Mega.

Hal tersebut diungkapnya saat berpidato 'Tahun Penentuan Bagi Perempuan Indonesia' dalam peringatan Hari Perempuan Internasional di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakpus, Minggu (8/3/2015). Ia lantas bercerita, saat ia menjabat sebagai Wapres di era Presiden Gusdur, atas desakan berbagai kalangan perempuan, diterbitkanlah UU terkait 30 persen anggota DPR diisi dari kaum wanita.

Padahal kata Mega, untuk mencapai angka tersebut sangatlah sulit. Terutama ketika seorang perempuan telah mendapat karir bagus di politik, maka halangan yang didapat datang dari sang suami yang tak rela istrinya lebih sukses. Ia mengaku kejadian seperti itu kerap terjadi, saat sang perempuan diminta memilih antara suami atau karir politiknya.

"Saya bilang ke dia saya tidak bisa memutuskan, saya bilang kamu yangg harus memperjuangkan sendiri. Itulah contoh 30 persen, makanya saya mohon masuklah ke politik kalau nggak mau UU diubah. Perjuangan politik dewasa ini tidak sama saat kemerdekaan dulu. Kaum ibunya banyak yang suka berpolitik, bahu membahu dengan kaum lakinya," tutur Ketum PDIP itu.

Ia pun lantas memberi contoh bagaimana ibunya dulu aktif dalam berpolitik. Menurut Mega, kala itu sangat luar biasa karena organisasi wanita pada waktu itu selalu punya dasar untuk politik perempuan yang diperjuangkan.

"Kalau seperti saya dielu-elukan, Presiden pertama perempuan, sedih saya sebetulnya. Masa Indonesia yang berpenduduk 250 juta Presiden perempuan baru 1. Kan mestinya paling tidak sudah mulai lagi ya, saya sampai bilang okelah mungkin paling tidak wapres ya," ungkap Mega.

"Mungkin saya ini jadi presiden karena saya lahirnya saat zaman perang di Yogya, ibu saya memimpin dapur umum ketika Yogya diserang. Kan first lady ibu saya, ibu negara lho tapi bikin dapur umum dia. Bukan Ibu Negara yang kipas-kipas, saya ingin sekali lihat begitu lagi, ketika Indonesia bergerak kaum perempuannya," sambungnya.

Putri sang Proklamator ini mengaku miris masih banyaknya perempuan yang menganggap berpolitik itu tabu dan hanya boleh dilakukan oleh kaum pria. Padahal sebenarnya ibu-ibu di hari-harinya melakukan politik tanpa disadari.

"Ibu-ibu sekarang kalau datang (ke acara) hanya diam, dengar ceramah lalu pulang. Tidak berargumen, berpikir, berdiskusi, berdebat. Ini apa zaman perbudakan? Apa perempuan cuma bisa jadi konco wingking? Ibu bilang harga cabe itu, harga bawang masalah apa? Itu ranah poltik bu, politik berdagang," tandasnya.

Dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional itu dihadiri oleh seratusan Bidan PTT dari berbagai daerah. Acara besutan yayasan Suara Perempuan Indonesia yang diketuai oleh Rieke Dyah Pitaloko tersebut pun dihadiri pula oleh sejumlah menteri perempuan Kabinet Kerja. Penyanyi kenamaan yang terkenal memperjuangkan kaum perempuan, Trie Utami, tampil menghibur dengan lagu-lagu nasionalisme.

(ear/kha)


Berita Terkait