Kemunculan Megawati di Pengujung Prahara KPK-Polri

Kemunculan Megawati di Pengujung Prahara KPK-Polri

- detikNews
Minggu, 08 Mar 2015 16:35 WIB
Kemunculan Megawati di Pengujung Prahara KPK-Polri
Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lama 'menghilang' setelah Presiden Jokowi menunjuk Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri. Mega muncul kembali setelah lama tak terdengar kabarnya, menjelang ujung polemik KPK-Polri yang ditandai pengakuan 'kalah' oleh plt Ketua KPK.

Megawati terakhir kali muncul di depan publik pada perayaan Hari Ulang Tahun PDIP pada 10 Januari 2015 silam. Mega juga sempat muncul di tengah arena Munas Partai Hanura di Solo, namun Mega tak mau menjawab berbagai pertanyaan seputar isu kisruh KPK-Polri, saat itu Presiden Jokowi juga belum memutuskan tak melantik Komjen Budi jadi Kapolri.

Kembali ke kemunculan Megawati, setelah Mega berpidato politik di HUT PDIP, beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 12 Januari Presiden Jokowi mengirim nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri untuk mengikuti fit and proper test di DPR RI. Menurut banyak pihak, inilah awal prahara KPK vs Polri yang sampai kini belum tuntas sampai akarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Jokowi kala itu panen kritik dari masyarakat, apalagi Presiden tak melibatkan KPK dan PPATK sebelum mengusulkan nama Komjen Budi ke DPR. Puncaknya sehari kemudian, tanggal 13 Januari 2015, KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus rekening gendut. Dan kisruh KPK-Polri bergulir begitu cepat.

Meski Budi Gunawan sudah ditetapkan KPK jadi tersangka, Presiden Jokowi tak menarik surat ke DPR. DPR pun langsung memproses Komjen Budi Gunawan, semua kompak menyetujui Komjen Budi jadi Kapolri. Nama Komjen Budi mulus di paripurna pada tanggal 15 Januari 2015. Semua fraksi mendukung, kecuali Partai Demokrat yang menolak Komjen Budi jadi Kapolri.

Sejak saat itu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tak muncul lagi. Namun Mega selalu berada di balik layar selama dorongan agar Jokowi melantik Komjen Budi terus diembuskan. Sejak Komjen Budi ditetapkan jadi tersangka, Mega kerap menggelar rapat dengan petinggi partai KIH seperti Ketum Partai NasDem Surya Paloh dan lainnya membahas persoalan tersebut.

Polemik KPK-Polri memasuki babak baru setelah Komjen Budi Waseso yang belum seminggu menjdi Kabareskrim -- setelah Presiden Jokowi menunda pelantikan Komjen Budi dan memasrahkan Polri ke tangan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti -- menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Polemik terus bergulir, Bambang ditetapkan sebagai tersangka, kemudian Ketua KPK Abraham Samad juga ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus berbeda.

Pertemuan Presiden Jokowi dengan Megawati dan elite KIH di cara Munas Hanura di Solo adalah pembicaraan terakhir sebelum akhirnya Jokowi tak melantik Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri. Jokowi akhirnya memutuskan berani melawan dorongan dari parpol KIH untuk melantik Komjen Budi, ia memilih menunjuk Wakapolri Komjen Badrodin Haiti menjadi Kapolri, surat pun dikirim ke DPR.

Dalam satu waktu Jokowi juga menonaktifkan dua pimpinan KPK yang sudah dijadikan tersangka oleh Mabes Polri dan mengeluarkan Perppu untuk menunjuk tiga plt pimpinan KPK yakni Taufiequrrahman Ruki, Johan Budi, dan Indriyanto Seno Adji.

Kala itu sempat ada desas-desus Megawati kecewa dengan keputusan Jokowi. Terkonfirmasi dengan pernyataan sejumlah elite PDIP yang menyatakan partainya kecewa dengan keputusan Jokowi tak melantik Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri. Namun anehnya Ketum Partai NasDem Surya Paloh berada di belakang Jokowi, mendukung kebijakan sang presiden.

Kemudian Megawati lama lagi tak terdengar kabarnya. Namun dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh hari ini, Megawati Soekarnoputri kembali muncul di tengah prahara KPK-Polri yang telah mendekati ujungnya. Mega menyampaikan pidato budaya di Taman Ismail Marzuki. Para menteri perempuan Kabinet Kerja hadir di acara ini.

Megawati tiba di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2015) pukul 15.00 WIB dengan menggunakan mobil sedan Lexus hitam B 1 PDI. Mega yang memakai kebaya bermotif batik warna cokelat ini didampingi oleh sang putri, Puan Maharani, yang juga menjabat sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Keduanya lalu langsung masuk ke ruang VIP.

Para menteri yang sudah hadir di antaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Seperti biasa, Menteri Susi yang memakai kebaya putih dan disanggul ini menarik perhatian saat masuk ke ruangan. Selain itu hadir juga istri Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan, dan Bupati Bantul Sri Surya Widati.

Mega memberikan Pidato Budaya dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI ke-5 yang juga presiden perempuan RI yang pertama. Pidato Mega akan bertemakan "Tahun Penentuan bagi Perempuan Indonesia. Pesan politik apa yang bakal disampaikan Mega di kemunculan perdananya di ujung prahara KPK-Polri?


(van/nrl)


Berita Terkait