Keberadaan 16 Warga Negara Indonesia (WNI) di Turki sampai saat ini masih misterius. Bahkan ada dugaan menghilangnya 16 WNI tersebut terkait gerakan ISIS.
Presiden Joko Widodo mengatakan, dirinya belum mendapatkan laporan terkait keberadaan 16 WNI itu. Dia juga tak membantah adanya dugaan keterlibatan gerakan ISIS.
"Sampai detik ini kita belum dapat laporan secara pasti. Memang dugaan-dugaan mengarah ke sana (ISIS), tapi sampai sekarang belum ada informasi yang akurat. Tapi memang diduga menuju ke sana (ISIS)," kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (7/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah kami bersama Menteri Luar Negeri berkoordinasi dengan paraโ atase pertahanan untuk berkonsultasi dan berkordinasi dengan duta besar, sehingga teman-teman kita yang saat ini sulit dikenali keberadaannya (bisa segera diketahui) ada di mana," ujar Panglima TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (7/3).
Jenderal bintang empat itu akan memeriksa berbagai kemungkinan, termasuk dugaan para WNI itu berangkat dari Malaysia. "Kemungkinan besar biasanya mereka dari Indonesia ke Malaysia, Malaysia ke Turki mestinya ada beberapa pintu yang harus dilewati," sambungnya.
Moeldoko tidak mau berspekulasi mengenai adanya kemungkinan rombongan tersebut bergabung dengan ISIS. Dirinya memilih menunggu instruksi presiden sembari menunggu proses politik negosiasi yang dijalankan Kementerian Luar Negeri.
"Ini adalah โproses politik yang sedang berjalan dengan negosiasi pemerintah antara pemerintah dan atau pemerintah dan kelompok tertentu. Selanjutnya sesuai instruksi presiden maka akan kami ikuti," terang mantan Pangdam Siliwangi itu.
(rjo/ahy)











































