Kemlu Enggan Tanggapi Penyadapan Selandia Baru yang Diungkap Snowden

Kemlu Enggan Tanggapi Penyadapan Selandia Baru yang Diungkap Snowden

- detikNews
Jumat, 06 Mar 2015 21:16 WIB
Jakarta - Mantan teknisi NSA Amerika Serikat Edward Snowden menyebut Indonesia menjadi salah satu sasaran penyadapan Selandia Baru. Kementerian Luar Negeri enggan menanggapi hal tersebut terlalu jauh.

Jubir Kemlu Armanatha Nasir mengatakan, informasi yang dikeluarkan oleh Snowden tak perlu ditanggapi terlalu serius. Sebab informasi semacam itu sebelumnya juga telah beredar.

"Itu kan berita dari koran. Kita nggak perlu menanggapi. Dulu sudah pernah, hanya angelnya saja yang beda," kata pria yang akrab disapa Tata ini di gedung Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Snowden menyebut, Selandia Baru bekerjasama dengan Direktorat Sinyal Australia memata-matai perusahan ponsel Indonesia, Telkomsel. Sebelumnya Australia juga pernah menyadap telepon presiden dan ibu negara serta beberapa artis Indonesia.

"Dan itu bukan sesuatu yang baru. Kecuali ada fakta baru yang membuktikan," ucapnya.

Menurut Snowden, Selandia Baru tercatat memantau secara elektronik para tetangganya di kepulauan Pasifik dan Indonesia. Informasi yang didapat kemudian disebarkan ke sekutu mereka, termasuk Amerika Serikat.

Negara-negara yang disadap adalah Fiji, Samoa, Kepulauan Solomon, dan French Polynesia. Mereka meretas email, percakapan telepon, pesan media sosial dan komunikasi lainnya.

(kff/rvk)


Berita Terkait